Siaran Pers

(Jakarta, 4/4) PT PLN (Persero) mengajak pelanggan industri  dan pelanggan bisnis di sistem Jawa-Bali untuk mengoptimalkan sistem ketenagalistrikan Jawa-Bali.

Saat ini, beban sistem ketenagalistrikan Jawa-Bali pada waktu beban puncak (WBP, pukul 18.00 hingga 22.00) mencapai 18.500 MW, sedangkan pada tengah malam hingga pagi hari hanya sekitar 14.000 MW. Perbedaan beban sekitar 4.500 MW ini menjadikan sistem ketenagalistrikan Jawa-Bali tidak beroperasi optimal, karena untuk melayani beban pada waktu beban puncak, PLN harus menyediakan pembangkit lebih dari 18.500 MW, sedangkan pada tengah malam hingga pagi hari tidak semua pembangkit tersebut terpakai secara optimal, dan karenanya efisiensinya menjadi rendah.

PLN berkepentingan menurunkan beban pada WBP, dan menaikkan beban pada tengah malam hingga pagi hari.

Dengan penurunan beban pada WBP, cadangan mesin PLN menjadi lebih besar sehingga sistem ketenagalistrikan menjadi lebih handal. Demikian juga, dengan penurunan beban pada WBP, mesin pembangkit yang kurang efisien dapat dikurangi pemanfaatannya sehingga biaya produksi menjadi lebih rendah.

Dengan peningkatan beban pada tengah malam hingga pagi hari, asset PLN akan termanfaatkan, produksi nasional akan meningkat, dan pembangkit PLN akan dibebani  lebih optimal sehingga biaya produksi lebih efisien.

Sehubungan dengan itu, PLN mengajak pelanggan industri dan pelanggan bisnis dengan daya 200 kVA ke atas untuk bekerjasama mengatur pemakaian listrik. Kedua kelompok pelanggan ini yang diajak bekerjasama karena kedua kelompok pelanggan inilah yang dapat menggeser aktivitasnya dari malam hari ke tengah malam hingga pagi hari.

Kerjasama yang diharapkan adalah (1) mengurangi pemakaian pada WBP dan memindahkan kegiatannya ke tengah malam hingga pagi hari, atau (2) hanya mengurangi pemakaian pada WBP, atau (3) hanya menaikkan pemakaian pada tengah malam hingga pagi hari, dan (4) menghentikan pemakaian listrik PLN pada WBP dan sebagai gantinya mengoperasikan pembangkit milik sendiri.

Karena dengan pengaturan pemakaian listrik ini di satu sisi PLN memperoleh manfaat dan di sisi lain pelanggan ada kalanya mengeluarkan biaya tambahan, maka sepantasnyalah pelanggan industri maupun pelanggan bisnis yang ikut berpartisipasi dalam program ini juga memperoleh manfaat berupa insentif.

Bagi pelanggan industri maupun pelanggan bisnis yang mengurangi pemakaian pada WBP atau menaikkan pemakaian pada tengah malam hingga pagi hari, insentif diberikan berupa harga listrik yang lebih murah 20% hingga 50% dari harga listrik sebelumnya.

Bagi pelanggan industri yang mengoperasikan genset untuk mengurangi listrik PLN pada WBP, maka selisih biaya bahan bakar akibat menjalankan genset tersebut akan diganti PLN.

Direksi PLN telah menyurati Unit PLN se Jawa Bali pada 31 Maret 2011 yang lalu, dan diharapkan pada April 2011 ini sudah ada pelanggan yang bekerjasama dengan PLN untuk pengaturan beban sistem ketenagalistrikan Jawa-Bali.

PLN akan memantau sejauh mana tawaran kerjasama ini direspon oleh pelanggan industri meupun pelanggan bisnis.