Dirut PLN Sharing Program PLN BERSIH kepada Peserta “Asian Workshop” yang diselenggarakan TII

(Jakarta, 29/8) PLN BERSIH merupakan Program yang dilakukan oleh PLN untuk mendukung pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) dilingkungan PLN. Sejak Maret 2012, PLN telah menjalin kerjasama dengan TII sebagai salah satu lembaga independen yang bergerak dalam bidang Tranparasi dan Pencegahan Korupsi.

 

Utama PLN, Nur Pamudji (kanan) saat tampil menyampaikan materi mengenai PLN BERSIH, dihadapan peserta "Asian Workshop" mengenai Tranparansi yang diselenggarakan oleh Tranparancy International Indonesia (TII), Kamis (29/8) di Hotel Atlit Century, Jakarta.

Utama PLN, Nur Pamudji (kanan) saat tampil menyampaikan materi mengenai PLN BERSIH, dihadapan peserta “Asian Workshop” mengenai Tranparansi yang diselenggarakan oleh Tranparancy International Indonesia (TII), Kamis (29/8) di Hotel Atlit Century, Jakarta.

PLN memiliki komitmen yang tinggi dalam upaya mewujudkan terciptanya pelaksanaan ataupun penerapan Good Corporate Governance (GCG) dilingkungan PLN. Wujud dari komitmen tersebut diantaranya adalah dengan melaksanakan Program “PLN BERSIH”.

 

Program PLN BERSIH selain sebagai sebuah kebijakan yang dilakukan tidak hanya oleh internal PLN saja tapi juga ikut melibatkan seluruh Stakeholders, terutama Mitra Kerja dengan target utama adalah untuk terciptanya proses bisnis PLN yang Bersih, Transparan dan Akuntabel.

 

Melalui upaya internalisasi Program PLN BERSIH yang terus menerus dilakukan oleh Manajemen PLN, diharapkan semangat PLN BERSIH akan benar-benar menjadi Budaya Perusahaan yang juga diharapkan akan dapat membantu meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap PLN.

 

“Integritas adalah hal yang penting untuk dimiliki oleh seluruh Pegawai PLN dan juga Pekerja dan Mitra Kerja yang ada dilingkungan PLN. Dengan penyempurnaan proses bisnis, terutama dari sisi transparansi, maka akan ikut mendorong terciptanya PLN Bersih” jelas Nur Pamudji dihadapan peserta “Asian Workshop” mengenai transparansi yang diselenggarakan oleh Transparancy International Indonesia (TII), Kamis (29/8) siang di Jakarta.