Tiada Kemajuan Tanpa Perbaikan

Oleh : Marlen Pangaribuan – Asisten Manajer Pembangkit Area Jayapura PLN Wilayah Papua dan Papua Barat

Pada 2010, saya mendapat tugas dan tanggung jawab sebagai Manajer Pusat Listrik PLN Wilayah Papua dan Papua Barat Area Sorong. Pusat Listrik Sorong terdiri dari 4 unit pembangkit dengan kapasitas terpasang 3 x 2,5 MW. Dua unit dengan daya mampu masing-masing sebesar 2,2 MW dan satu unit 2 MW. Pasokan listrik ini ditambah dengan beberapa unit pembangkit sewa maupun excess power. Dengan kondisi operasi normal, daya mampu pembangkit mencapai 28,5 MW , dengan beban puncak mencapai 27,6 MW.

Ketika saya menerima tugas dan tanggung jawab baru saat itu, kondisi sistem di Sorong masih krisis daya tanpa pemadaman. Daya mampu dan beban puncak masih berimbang. Salah satu unit mesin dengan daya mampu 2 MW mengalami gangguan yang cukup parah. Adapun jenis gangguan adalah terjadinya gesekan antara dinding cylinder liner dengan piston (jamp). Gangguan tersebut terjadi satu bulan sebelum saya masuk PLN Area Sorong Pusat Listrik Sorong.
Seminggu setelah selesai serah terima tugas dan tanggung jawab sebagai Manajer Pusat Listrik, kami mengadakan pertemuan dengan seluruh staff, operator maupun tim pemeliharaan Pusat Listrik Sorong untuk membahas serta mengevaluasi gangguan mesin dan tindak lanjut perbaikannya.

Sebelumnya, proses perbaikan telah diusulkan ke kantor wilayah untuk ditindaklanjuti perbaikan dengan melampirkan kronologis terjadinya gangguan dan berita acara gangguan, serta material yang dibutuhkan.
Sebulan kemudian, material yang kami butuhkan diterima, antara lain 1 set cylinder liner, 1 set piston assy dan 1 set conecting rod, serta bearing dan kelengkapan lainya. Berdasarkan evaluasi diketahui bahwa :

  1. Mesin MAK 6M 453 C tersebut sudah sering mengalami gangguan yang sama (nge-Jamp) dan pada lokasi yang sama di cylinder 6.
  2. Sesuai dengan pengamatan kami, mesin mengalami gangguan ±3 bulan sejak dilakukan perbaikan sebelumnya, dan hal itu sudah sering terjadi setelah setiap selesai perbaikan.
  3. Harga material yang dibutuhkan cukup besar. Setiap mesin mengalami gangguan 1 set piston assy, liner assy dan conecting rod assy.

Seminggu kemudian, pemasangan material baru sudah selesai dilakukan. Setelah semuanya dinyatakan baik, mesin di tes untuk operasi beberapa saat (± 10 menit) dan diistirahatkan kembali. Setelah mesin di nyatakan aman, mesin dioperasikan kembali untuk dilakukan pembebanan. Sehari setelah dilakukan pembebanan bertahap sampai dengan daya maksimal, mesin dinyatakan normal dan beroperasi baik.

Empat bulan setelah mesin beroperasi, terjadi lagi gangguan yang sama di cylinder.

Melihat kondisi tersebut, kami mengumpulkan seluruh tim pemeliharaan (HAR) untuk membahas mengenai gangguan yang terjadi dan mencari solusi agar pemadaman tidak berkepanjangan, serta menyiapkan dua hal penting untuk mengatasi gangguan mesin :

  1. Menyiapkan 1 buah piston bekas, 1 buah liner bekas, dan 1 buah conecting rod bekas. Semuanya yang masih layak digunakan.
  2. Menyiapkan pipa pelumas sesuai ukuran yang ada pada mesin dan menyiapkan strainer lube oli type mesin Mak 8M 453 AK. Semuanya yang masih layak di gunakan.

Dua hari pekerjaan penggantian piston, liner, dan con-rod (material Ex), serta modifikasi instalasi pipa pelumas, dan modfikasi filter strainer L.O yang panjang (sebelumnya menggunakan filter yang pendek). Kemudian mesin kami operasikan. Sistem kelistrikan di Sorong sudah normal tanpa pemadaman.

Tim HAR Pusat listrik Sorong merasa bangga dan senang, sebab satu permasalahan yang selalu terulang dalam kurun waktu 3–4 bulan, sudah teratasi dengan baik. Ini juga dapat meminimalisir biaya pemeliharaan mesin akibat gangguan tersebut.

Semoga pengalaman ini dapat berguna bagi PLN, khususnya untuk wilayah yang menggunakan mesin yang sama. Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh Tim HAR Pusat Listrik Sorong yang telah berusaha dan bekerja keras dalam menghadapi krisis listrik di Pusat Listrik Sorong.

Kami sadar hal ini memang tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami, namun kami tidak akan kalah menghadapi ini. Kami akan tetap survive dan tetap bersemangat. Takkan kami biarkan krisis listrik mengancam atau merusak sukacita dalam bekerja. Kami akan tetap komitmen sesuai dengan dengan judul tulisan ini, “TIADA KEMAJUAN TANPA PERBAIKAN.”