Keterbatasan Bukan Batasan

Oleh : Melky Kapoh – Supervisor Teknik Rayon Beo Area Tahuna, PLN Wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo

Kabupaten Kepulauan Talaud adalah kawasan paling utara di Indonesia timur, berbatasan dengan daerah Davao del Sur, Filipina di sebelah utara. Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan daerah bahari dengan luas lautnya sekitar 37.800 Km² (95,24%) dan luas wilayah daratan 1.251,02.  Kondisi Kabupaten Kepulauan Talaud termasuk dalam 199 daerah tertinggal di Indonesia dan masih terisolir karena berbagai keterbatasan infrastruktur dasar, ekonomi, sosial budaya, perhubungan, telekomunikasi dan informasi serta pertahanan keamanan (sumber : wikipedia)

Kondisi cuaca di Kepulauan Talaud tidak menentu dan berubah-ubah tergantung musimnya, seperti angin timur dimana angin bertiup kencang tetapi cuaca cenderung panas. Pada kondisi ini uap garam cenderung meningkat. Kemudian angin selatan dimana angin bertiup kencang dengan kondisi awan berawan dengan curah hujan yang ringan, serta angin barat dimana angin bertiup sangat kencang disertai dengan hujan lebat.

PLN Rayon Beo yang masuk dalam wilayah kerja Area Tahuna, Wilayah Sulutenggo berada di salah satu tiga pulau utama yaitu Pulau Karakelang dengan luas wilayah kerja 587,14 Km² meliputi 6 Kecamatan. Adapun panjang jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) PLN Rayon Beo adalah 42,70 kilometer sirkit (kms) dan dengan jumlah pelanggan sebanyak 5.259 pelanggan (pascabayar 3.046 pelanggan dan prabayar 2.213 pelanggan).

Pasokan listrik wilayah Karakelang dipasok melalui Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Beo dengan 4 mesin pembangkit sewa. Total kapasitas 2.500 kilowatt hour (kWh) dan mesin pembangkit PLN yang stand by dengan total kapasitas 615 kWh dan dengan beban puncak rata – rata untuk seluruh Pulau Karakelang sebesar 2.900 kWh serta dengan pemakaian HSD rata – rata 12 Kl/hari.

Penghasilan utama masyarakat Kepulauan Talaud adalah kopra. Selain itu ada juga penghasilan dari pohon cengkeh dan pala. Hal ini mengakibatkan jaringan SUTM di PLN Rayon Beo banyak sekali yang bersinggungan dengan ke tiga pohon potensial tersebut. Gangguan jaringan SUTM tidak hanya disebabkan oleh faktor pohon akan tetapi juga dikarenakan oleh faktor hewan terutama katak hijau dan paniki (kelelawar).

Kondisi Pulau Karakelang yang memiliki kadar uap garam tinggi menyebabkan beberapa material yang terpasang pada jaringan SUTM cepat sekali mengalami korosi atau berkarat. Sehingga menyebabkan terjadinya gangguan yang ditimbulkan dari uap garam tersebut. Uap garam ini tidak hanya berakibat pada tiang–tiang listrik menjadi cepat keropos dan bisa berdampak pada patahnya tiang, akan tetapi juga pada isolator dan trafo. Pada isolator apabila terkena uap garam akan menyebabkan aliran listrik terganggu dan bisa menyebabkan padam.

Cuaca yang tidak menentu terkadang menyebabkan pengiriman material ke PLN Rayon Beo mengalami keterlambatan, hal ini menuntut PLN Rayon Beo untuk berinovasi untuk menyiasati ketiadaan material tersebut. Dengan peralatan seadanya dan dengan semua keterbatasan tidak membuat PLN Rayon Beo surut dalam melangkah melayani pelanggan. Segala upaya dilakukan demi amannya pasokan listrik ke pelanggan walaupun terkadang diluar dari standar yang ditetapkan. Namun hal tersebut harus dilakukan agar pasokan listrik senantiasa aman dan sampai ke pelanggan.

Usaha-usaha lain yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan material-material bekas yang masih bisa dimanfaatkan atau masih bisa dipakai (daur ulang). Seperti yang dilakukan ketika banyaknya tiang-tiang keropos yang mengancam, baik keselamatan manusia maupun keamanan pasokan listrik. Dengan memanfaatkan tiang-tiang bekas yang masih dalam kondisi baik, PLN Rayon Beo melakukan perbaikan tiang tersebut dengan cara membuat tiang baru dengan cara menyambungkan kembali tiang-tiang bekas dengan cara dilas.

Satu contoh lain adalah ketika terjadi kerusakan trafo akibat korosi yang menyebabkan body trafo mengalami kebocoran yang menyebabkan minyak trafo keluar. Dikarenakan tidak ada stock trafo pada saat itu, baik di PLN Rayon Beo maupun di Rayon terdekat, sedangkan jika menunggu material didatangkan akan dipastikan padam pada lokasi tersebut dikarenakan kapal yang mengangkut material hanya ada seminggu sekali pada saat itu, maka dilakukan perbaikan terhadap body trafo tersebut dengan menutup kebocoran dengan cara dilas.

Dengan segala keterbatasan yang ada tidak menjadikan PLN Rayon Beo menyerah dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan. Keterbatasan yang ada ini membuat kami semakin bersyukur dan semakin meningkatkan semangat bagi PLN Rayon Beo untuk bekerja lebih baik. Jika kami yang di perbatasan tetap semangat, maka kami yakin teman-teman di wilayah yang bukan perbatasan akan lebih semangat. Semoga menjadi inspirasi untuk semua.