PLN Enjiniring Miliki Direksi Baru

(Jakarta, 23/11) PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLN Enjiniring), anak perusahaan PT PLN (Persero),mulai hari ini, Rabu (23/11) telah memiliki susunan Direksi yang Baru. Acara serah terima Direksi dilingkungan PLN Enjiniring ini dilaksanakan di PLN Kantor Pusat, Jakarta.

Dirut PLN Enjiniring Zainal Abidin Sihite (kiri) dan Dirut PLN Nur Pamudji (kanan)

Acara serah terima jabatan Direksi PLN Enjiniring yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama PLN, Nur Pamudji dan disaksikan seluruh jajaran Direksi PLN ini, dilaksanakan berdasarkan hasil Keputusan Pemegang Saham Perseroan Secara Sirkuler PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLN Enjiniring) tanggal 22 November 2011.

Zainal Abidin Sihite diangkat sebagai Direktur Utama PLN Enjiniring yang baru menggantikan Ahmad Solihin. Posisi Direktur Pembangkitan yang sebelumnya dijabat oleh Agus Darmadi dan Direktur Transmisi yang dijabat oleh Mohamad Dalyono, digantikan oleh Tonny Syarief yang menjabat sebagai Direktur Enjiniring. Selain itu, posisi Direktur Administrasi dan Keuangan yang sebelumnya dijabat oleh Sutiknyo, digantikan oleh Burhanudin yang akan menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia. Edward Siagian diangkat sebagai Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha menggantikan Budi Kusmarwoto.

Direktur Utama PLN, Nur Pamudji atas nama Direksi Direksi dan Pemegang Saham, menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada para pejabat Direksi PLN Enjiniring yang lama, atas prestasi dan kinerja yang telah diberikan selama ini, terutama dalam memberikan landasan yang sangat bagus bagi PLN Enjiniring dalam menjalankan usahanya.

Untuk itu, Nur Pamudji berharap agar keberhasilan ini dapat diteruskan dan ditingkatkan oleh jajaran Direksi yang baru. Beberapa yang hal perlu diperhatikan sebagai upaya dalam meningkatkan kinerja PLN Enjiniring, diantaranya adalah mengoptimalkan penggunaan Teknologi Informasi (IT) dalam memberikan kemudahan penyusunan dokumen-dokumen pendukung dalam pekerjaan enjiniring yang dilakukan dan untuk menghindarkan dari kesalahan-kesalahan yang dapat mengganggu kinerja perusahaan.