PLN Canangkan Sulawesi Barat sebagai Propinsi Mini Hidro

(Jakarta, 19/4) Propinsi Sulawesi Barat dicanangkan sebagai Propinsi PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hidro) di Indonesia. Pencanangan Sulawesi Barat sebagai propinsi PLTM ini, disampaikan Vickner Sinaga, Selasa (17/04) lalu di Mamuju, saat acara rapat bersama Tim Komisi VII DPR-RI dalam rangkaian kunjungan kerja DPR-RI masa reses 2012 ke propinsi Sulawesi Barat.

Vickner Sinaga di depan Anggota Komisi VII DPR-RI menyampaikan bahwa latar belakang ditetapkannya Sulawesi Barat sebagai propinsi PLTM di Indonesia, karena di propinsi ini memiliki sejumlah pembangkit PLTM yang menggunakan energi air untuk memproduksi listriknya, yaitu diantaranya : PLTM Balla (2 x 0,35 MW), PLTM Kalukku (2 x 0,7 MW), PLTM Bona Hau (2 x 2 MW) dan PLTM Budong-budong (2 x 1 MW). Total pembangkit listrik tenaga mini-hidro tersebut adalah 8,1 Mega Watt (MW), sedangkan beban puncak saat ini untuk sistem Mamuju adalah 12 MW, sehingga hampir 67 % kebutuhan listrik di Mamuju dapat dipasok dengan energi air yang jauh lebih murah dibanding menggunakan BBM. Diharapkan di tahun 2014, Mamuju dapat 100% listriknya dihasilkan dari air.

“Sebenarnya, hanya dengan memanfaatkan potensi PLTM yang ada di Mamuju, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di Mamuju dan kota-kota sekitarnya” ujar Vickner Sinaga. Sulawesi Barat masih dapat terus dioptimalkan pemanfaatan potensi airnya untuk dibangun PLTM.

Kiri-Kanan : Sugihono Karyosuwondo (FPKS), Vickner Sinaga (DIROP IT), Teuku Irwan (FPD) dan Bobby Adhityo Rizaldy (FPG) saat bersama melakukan sinkronisasi PLTM Kalukku (2 x 700 kW), di Mamuju - Sulawesi Barat, Selasa (17/4) lalu

Sementara itu, tiga Anggota Komisi VII DPR-RI yaitu Teuku Irwan (FPD), Sugihono Karyosuwondo (FPKS) dan Bobby Adhityo Rizaldy (FPG) serta Ir. Satya Zulfanitra (Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan – Kementerian ESDM) berkesempatan mengunjungi PLTM Kalukku, yang berjarak sekitar 40 km dengan waktu 2 jam perjalanan darat dari Kota Mamuju, memberikan apresiasi positif atas upaya PLN dalam mengembangkan pembangkit non-BBM di seluruh Indonesia termasuk di propinsi Sulawesi Barat.

Saat melihat dari dekat PLTM Kalukku kapasitas 2 x 0,7 MW sekaligus melakukan sinkronisasi PLTM Kalukku dengan sistem kelistrikan Mamuju, kesemuanya mengatakan bahwa sudah seharusnya PLN lebih maksimal dalam memanfaatkan sumber energi lain selain BBM dalam memproduksi listrik, karena selain lebih murah, juga ramah lingkungan. “Potensi air di Sulawesi Barat cukup melimpah, jadi sebaiknya pembangkit listrik tenaga air seperti ini lebih dioptimalkan lagi, sehingga PLN tidak terus bergantung pada BBM” tegas Bobby Adhityo.

Dengan beroperasinya PLTM Balla (0,7 MW) pada tahun 2011, disusul PLTM Kalukku (1,5 MW) yang resmi beroperasi pada Selasa (17/4) ini, kemudian di akhir April 2012 nanti akan segera menyusul dioperasikan PLTM Bone Hau (4 MW) dan PLTM Budong-budong (2 MW) pada Agustus 2012 mendatang, maka total 8,1 MW pasokan listrik yang dihasilkan menggunakan energi air. Hal ini sangat berdampak secara signifikan untuk mengurangi penggunaan BBM PLN sebesar 64 ribu liter setiap harinya atau 21 juta liter dalam setahun yang setara dengan nilai penghematan sebesar Rp. 200 milyar per tahun, dengan menggunakan harga BBM Solar (HSD) Rp. 9500 / liter dan SFC 0,3.