PLTA Kracak, 86 Tahun Hasilkan Listrik dengan Manfaatkan Potensi Air

(Bogor, 30/5) Banyak orang yang tidak menyangka, bahwa di Bogor terdapat sebuah pembangkit listrik yang sudah tua tapi hingga saat ini masih berdiri tangguh dan beroperasi memproduksi listrik. Berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Bogor, tepatnya di Desa Kracak, Kec. Leuwiliang Kabupaten Bogor, terdapat Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Kracak yang sudah beroperasi sejak tahun 1926 dan sampai detik ini masih beroperasi menghasilkan listrik. PLTA dengan total kapsitas terpasang 18,9 MW (3×6,3 MW) ini memanfaatkan aliran sungai Cianten dan sungai Cikuluwung. PLTA ini mulai diibangun oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1921, dan lima tahun kemudian PLTA Kracak mulai beroperasi hingga hari ini.

PLN masih akan terus mengoperasikan, mempertahankan dan merawat PLTA Kracak yang sudah tua jika dilihat dari sisi masa pengoperasiannya dan juga terhadap PLTA-PLTA tua lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia adalah selain untuk memanfaatkan secara optimal ketersedian potensi energi baru terbarukan yang murah dan ramah lingkungan, yaitu air yang begitu melimpah di Indonesiajuga sebagai salah satu upaya nyata dari PLN untuk meningkatkan rasio energy feul mix. Terlebih, saat ini PLN dituntut untuk terus mengurangi penggunaan BBM dalam memproduksi listriknya dan lebih mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan.

Bangunan Power House PLTA Kracak, Bogor, yang telah beroperasi sejak 1926

Listrik yang dihasilkan dari PLTA Kracak disalurkan melalui jaringan transmisi 70 kV ke Gardu Induk (GI) Kedung Badak di Bogor dan GI Bunar di Rangkasbitung. Kemudian dari kedua GI ini, listrik kemudian disalurkan kembali ke dalam sistim kelistrikan Jawa Bali.

Turbin dan generator di PLTA Kracak masih orisinal sejak pertama kali dipasang dan belum pernah diganti. Begitu juga dengan pipa untuk suplai air (penstock) sepanjang 1,5 Km dari tempat penampungan air (tandon air) ke turbin yang juga sudah terpasang sejak jaman “baheula”. Artinya, peralatan yang terpasang di PLTA Kracak ini sudah berumur 86 tahun dan masih berfungsi dengan baik.

PLTA Kracak merupakan salah satu unit pembangkit yang dikelola oleh Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Saguling PT Indonesia Power, salah satu anak perusahaan PLN. Selain PLTA Kracak, UBP Saguling juga mengelola beberapa pembangkit lainnya yang juga sudah berusia lanjut tapi masih tangguh beroperasi. Diantaranya, PLTA Bengkok dan Dago di Bandung (beroperasi 1923), PLTA Parakan Kondang di Kab. Sumedang (tahun 1955), PLTA Ubrug di Sukabumi (tahun 1924) dan 3 PLTA di kota Bandung, yakni PLTA Plengan (tahun 1922), PLTA Lamajan (1925) dan PLTA Cikalong (1961). Semua PLTA tadi masih beroperasi dengan baik sampai sekarang.