(Makassar, 07/6) Dalam rangka untuk lebih meningkatan mutu pelayanan kepada pelanggan, PLN terus meningkatkan performa perusahaan untuk mencapai kinerja terbaik termasuk performa di sisi hulu, yaitu pada pengelolaan pembangkitan. Dengan pembangkit yang handal dan efisien dapat memberikan kualitas pasokan listrik yang memadai untuk masyarakat dan pelanggan.
Salah satu upaya untuk meningkatkan performa pembangkitan, maka PLN telah membuat sebuah sistem aplikasi yang diberi nama “Manajemen Aset Pembangkitan (MAP)”. Acara launching atau Go Live daripada aplikasi “Manajemen Aset Pembangkitan” ini dilakukan oleh Direktur Pengadaan Strategis PLN, Bagiyo Riawan, kamis (07/06), bertempat di kantor PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar), di Makassar. Unit pembangkitan yang pertama kali menerapkan aplikasi ini adalah Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru, yang berada di bawah operasional PLN Sektor Bakaru, PLN Wilayah Sulselrabar.

Direktur Pengadaan Strategis PLN, Bagiyo Riawan (kedua dari kanan) saat melakukan simulasi MAP PLTA Bakaru didampingi Kadiv Pembangkitan Indonesia Timur, Sapto Triono (ketiga dari kanan)
Implementasi manajemen aset pembangkitan di PLTA Bakaru PLN Sektor Bakaru merupakan pilot project pertama PLN Wilayah Indonesia timur, yang merupakan salah satu produk unggulan PLN Sulselrabar yang nantinya akan diterapkan di PLN kawasan Indonesia Timur.






