Samas, Pembangkit Tenaga Angin Pertama

(Jakarta, 29/6) Untuk lebih meningkatkan penggunaan fuel mix pada pembangkitan, PT PLN (Persero) tak henti-hentinya menggenjot penggunakan energi baru dan terbarukan. Pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga bayu di Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Yogyakarta misalnya, menjadi perhatian tersendiri bagi PLN.

 

Penandatanganan Head of Agreement (HoA)

Pada Jum’at (29/6) di Pre Function lantai 2 PLN Pusat, Direktur Utama PLN Nur Pamudji (kedua dari kanan) bersama Chairman UPC Renewables Indonesia Limited, Brian E Caffyn (kedua dari kiri), dan President Director PT Binatek Reka Energi, Erwin Jahja (kiri), menandatangani Head of Agreement (HoA) terkait suplai listrik dari proyek PLTBayu 50 MW Samas (Proyek Wind Farm Samas) yang langsung disaksikan Wakil Bupati Bantul, Sumarno (kanan).

Menurut Nur Pamudji, pengembangan pembangkit listrik tenaga angin di Pantai Samas merupakan yang pertama kali dibangun di Indonesia. “Jika kita jalan-jalan ke Slovakia-Jerman, akan banyak ditemukan deretan turbin-turbin angin berjejer. Di Indonesia belum ada seperti itu, yang ada hanya satu di kantor PLN Pusat dan itu juga tidak berfungsi. Nantinya, Proyek Wind Farm Samas ini akan menjadi yang pertama di Indonesia. Dan saat ini, PLN pun sedang melakukan kajian berapa watt potensi angin yang akan dihasilkan PLTBayu yang akan dikembangkan di NTT,” ucap Nur.

Sumarno, Wakil Bupati Bantul, mengharapkan agar proyek ini bisa secepatnya dibangun karena masyarakat sudah sangat mendambakan keberadaan PLTBayu ini. “Mudah-mudahan lebih bagus cepat terlaksana, karena selain untuk meningkatkan pendapatan asli daerah yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat , kami harapkan ini bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Seperti kita ketahui, setelah Bali, Yogyakarta menjadi daerah kunjungan wisata kedua di Indonesia,” tutur Sumarno.

Diperkirakan, Proyek Wind Farm Samas garapan konsorsium PT Binatek Reka Energi dan UPC Renewables Indonesia Limited ini, dapat membangkitkan listrik dengan kapasitas total 50 MW yang akan dicapai dengan membangun antara 16 – 33 unit turbin angin dengan kapasitas masing-masing antara 1,5 – 3 MW. “Setiap turbin akan menghasilkan daya untuk memenuhi kebutuhan listrik tahunan 1500 – 3000 rumah di Indonesia atau secara total proyek ini dapat memenuhi kebutuhan tahunan ± 160 ribu konsumen listrik Indonesia,” kata President Director PT Binatek Reka Energi, Erwin Jahja.

Rencananya, listrik yang dihasilkan proyek ini akan dijual kepada PLN dalam suatu perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) jangka panjang, selama 30 tahun. Dan proyek ini akan memulai operasi komersial pada akhir tahun 2013. “Proyek listrik tenaga angin ini, aman untuk masyarakat dan akan membantu Indonesia dalam mencapai target penggunaan energi bersih. Proyek ini terletak di dekat laut dimana tiupan angin yang konsisten serta memiliki pola harian angin lepas pantai dari Samudra Hindia yang kuat,” tutur Erwin.