PLN Dapat Pasokan Gas Kepodang dan Kampung Baru

(Jakarta, 29/6) Setelah sekian lama pasokan gas agak tersendat, kini PT PLN (Persero) boleh kembali bernafas lega. Pasalnya beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) mendapat pasokan gas dari beberapa perusahaan pemasok gas. Untuk PLTGU Tambak Lorok, PLN mendapat pasokan gas dari lapangan kepodang yang dikembangkan Petronas Carigali (PC) Muriah Ltd. Dan PLTGU Sengkang Ekspansi 120 MW (GT22) mendapat pasokan gas dari lapangan kampung baru, blok Sengkang, Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan yang dikembangkan Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd.

Penandatanganan Kontrak Jual Beli Gas

Hal ini terbukti dengan ditandatanganinya perjanjian jual beli gas (PJBG) Kepodang oleh Direktur Utama PLN, Nur Pamudji dan General Manager PC Muriah Ltd., Zainal Anuar Abdullah juga PJBG lapangan Kampung Baru oleh Dirut PLN Nur Pamudji, dan President Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd., Andi Riyanto yang keduanya disaksikan Kepala BP Migas, R. Priyono.

Menurut Nur Pamudji, tambahan gas ini menjadi sangat berarti bagi PLN.”Tidak lama lagi, pembangkit listrik di Pulau Jawa, tidak akan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Karena pembangkit di Gresik seluruhnya sudah menggunakan gas, pembangkit berbahan bakar batubara sudah banyak yang beroperasi, pembangkit di Tambak Lorok sedang standby yang sebentar lagi akan mendapat pasokan dari gas Kepodang. Harusnya lapangan ini bukan kepodang namanya, karena kepodang ini merupakan nama burung yang susah sekali untuk ditangkap karena lompat-lompat. Akhirnya gas Kepodang pun bisa memasok PLN setelah sekian lama menunggu,” seloroh Nur.

Sementara itu, Kepala BP Migas, R. Priyono, mengatakan dengan ditandatanganinya PJBG ini membuktikan komitmen BP Migas untuk memberikan gasnya kepada PLN. “Kita mengetahui, PLN merupakan tulang punggung perekonomian bangsa ini dari sisi elektrifikasi. Kalau elektrifikasi menyebar ke seluruh penjuru tanah air, maka perekonomian pun akan tumbuh dengan sendirinya,” kata Priyono.

Rencananya, pasokan gas dari lapangan kepodang akan mulai efektif 30 bulan setelah PJBG ini ditandatangani yaitu sekitar akhir tahun 2014. PJBG Kepodang ini berlaku selama 12 tahun dengan harga US $ 4,61 / MMBTU dan eskalasi 8,6 % per tahun juga ditambah biaya pengangkutan dari well head sampai ke pusat listrik Tambak Lorok. Gas dari Kepodang akan memasok gas pembangkit sebesar 116 BBTU/ hari atau total volume sekitar 487.200 BBTU.

Sedangkan untuk pasokan gas dari lapangan Kampung Baru akan mulai efektif  sejak GT 22 disiapkan atau sekitar Desember 2012. PJBG Kampung Baru ini berlaku selama 11 tahun dengan harga US $ 3,50 / MMBTU dan eskalasi 3 % per tahun. Gas dari Kampung Baru akan memasok gas pembangkit sebesar 15 BBTU/ hari atau total volume sekitar 51.945 BBTU.