Tambahan 20 MW Dari PLTU Biomass Untuk Kelistrikan Sumatera Utara

(Medan, 9/7) PLN Wilayah Sumatera Utara melakukan kerja sama excess power dengan PT Growth Asia sebagai pemilik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Biomass yang berkapasitas 2 x 15 MW. Pembelian listrik oleh PLN ini dimungkinkan karena daya yang dihasilkan oleh PLTU Biomass ini melebihi kebutuhan untuk industri itu sendiri.

Peresmian PLTU Biomass 2 x 15 MW

PLN membeli sebanyak 20 MW excess power tersebut seharga Rp 785 per kWh untuk 10 MW yang pertama dan Rp 975 per kWh untuk 10 MW berikutnya. Listrik tersebut akan disalurkan melalui sistem jaringan 20 kV untuk wilayah Sumatera Utara. Pasokan dari pembangkit biomass ini akan menambah pasokan listrik Sumatera Utara dan bisa mengurangi penggunaan BBM pembangkit diesel serta lebih ramah lingkungan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik dalam sambutannya mengatakan bahwa meskipun hanya 2 x 15 MW tapi ini esensinya berbeda karena pembangkit dari biomass ini mendorong penggunaan energi baru dan terbarukan dengan menggunakan sisa-sisa yang selama ini diabaikan seperti cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakarnya. “Pembangkit listrik dengan biomass harus jadi gerakan nasional. Semua perkebunan yang punya pabrik kelapa sawit tidak boleh listriknya tergantung PLN atau menggunakan pembangkit yg berbahan bakar mahal (BBM)” tambahnya.

PLTU Biomass ini dibangun sejak Maret 2011 diatas lahan seluas 2 hektar dan beroperasi penuh sejak Juni 2012 dan diresmikan pada hari ini, Senin, 9 Juli 2012 oleh Menteri ESDM Jero Wacik.