Kultum PLN 1 di Mesjid Kantor

(Jakarta, 23/7) Kuliah tujuh menit (Kultum) bada solat dzuhur, tradisi di masjid At Taqwa PLN Kantor Pusat hari ini (Senin 23/7) terasa istimewa. Betapa tidak. Di hari ketiga Ramadhan 1433 H tersebut yang memberikan tausyiah adalah Direktur Utama PLN Nur Pamudji dengan topik “Ikhtisab”.

Pada kultum yang diikuti sekitar 500 jama’ah tersebut, Nur Pamudji mengajak diri pribadi dan para hadirin terutama disaat puasa Ramadhan ini untuk menjalankan kehidupan dengan Ikhtisab. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim, ada dua syarat agar diampuni semua dosanya yang dahulu bagi orang yang menunaikan puasa Ramadhan, yaitu Iman dan Ikhtisab. Dengan kata lain, orang yang menunaikan puasa Ramadhan yang tidak didasari oleh iman dan ikhtisab tidak akan diampuni dosa-dosanya yang dahulu. Lalu apa hebatnya dua kata itu sehingga sampai menjadi syarat diampuninya dosa-dosa yang dahulu? Sebelum membahas lebih jauh perlu kiranya mengetahui arti dari iman dan ikhtisab itu. Iman (bahasa) artinya percaya. Menurut Dr. Yusuf Al Qardhawy, iman artinya kepercayaan yang meresap ke dalam hati dan memberi pengaruh bagi pandangan hidup, tingkah laku dan perbuatan sehari-hari. Sedangkan ikhtisab dapat diartikan dengan penuh perhitungan dalam tindakannya.

Lebih lanjut Nur menjelaskan bahwa dalam menjalankan ke-Islaman, ummat manusia mengalami gradasi-gradasi, yaitu :
1. Menjalani tahapan Islam, menjalani Rukun Islam. Pada masa kecil yang dipelajari adalah bagaiman menjalankan rukun Islam dengan benar. Syahadat dapat diucapkan namun belum dapat dipahami makna sesungguhnya dari Syahadat itu sendiri.

2. Saat beranjak dewasa, kita memasuki ranah Rukun Iman. Ini kelihatannya sederhana namun sebenarnya sangat berat. Misalnya dalam menjalani rukun iman pertama dan yang terakhir. Bagaimana kejadian dalam hidup ini bisa mengguncangkan keimanan kita.

“Saya sering menerima curhat, misalnya pegawai yang di mutasi dari struktural menjadi fungsional, seolah-olah tidak ada takdir, seolah-olah tidak ada Allah SWT. Padahal, selembar daun jatuh saja itu sepengetahuan Allah, selembar SK terbit pasti sepengetahuan Allah SWT. Padahal, kehilangan jabatan struktural adalah bagian dari takdir” ujar Nur Pamudji.

Dirut PLN, Nur Pamudji saat menyampaikan Kultum dalam rangka Ramadhan 1433 Hijriah di Masjid At-Taqwa PLN Kantor Pusat, Senin (23/7).

“Tingkah laku kita sekarang ini sesungguhnya karena beban masa lalu yang kita bawa kemana-mana dan sulit melepaskannya. Padahal sesungguhnya masa lalu itu harus dilepaskan dan dilupakan. Rukun Islam relatif lebih mudah dijalani. Iman harus dijalani lebih aktif dan perlu perenungan mengenai diri kita. Siapa kita, apa misi kita, apakah kita menjalankan misi dengan baik?

“Saya sendiri yang saat ini dipercaya menjadi Direktur Utama PLN, melakukan Ikhtisab, perenungan yang mendalam tentang diri sendiri. Apakah saya sudah melaksanakan tugas saya dengan baik, benar dan tidak keluar dari rel yang seharusnya? Pertanyaan-pertanyaan itu selalu saya ajukan ke diri sendiri dalam melakukan perenungan” kata Nur

Dengan Ikhtisab kita bisa menjalani hidup ini dengan baik, tidak aneh-aneh, memandang sesuatu secara lebih positif, dan bagaimana kita bisa menjalani hidup di dunia ini seolah-olah kita sudah di surga, mendahului surga di akherat nanti. Insya Alloh**)