Pencapaian Perusahaan Semester I 2012

(Jakarta, 30/7) Direktur Utama PLN Nur Pamudji memaparkan pencapaian kinerja perusahaan pada semester 1 tahun 2012 di hadapan wartawan pada acara silaturahmi dan buka puasa Direksi PLN dengan wartawan di PLN Kantor Pusat Jakarta, Senin (31/&).

Pertumbuhan Listrik Semester 1 Capai 10,3%

Jajaran Direksi PLN

Nur Pamudji menjelaskan pertumbuhan konsumsi listrik semester 1 2012 mencapai 10,3 % dibanding semester yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini tergolong tinggi dan ini menunjukkan bahwa ekonomi di Indonesia tumbuh dengan sangat bagus pada paruh pertama tahun ini.

Konsumsi listrik pelanggan rumah tangga tumbuh 11,8%, pelanggan industri 9,4%, pelanggan bisnis 7,6 persen dan pelanggan lainnya tumbuh 12,3%. Semua dibanding dengan konsumsi listrik semester 1 tahun lalu. “Saya memprediksi hingga akhir tahun ini pertumbuhan konsumsi listrik akan berada di kisaran 9,5%. Ini pertumbuhan yang besar karena pada tahun lalu konsumsi listrik hanya tumbuh 7,3%” kata Nur Pamudji.

Prosentase Konsumsi BBM Semester I 2012 Turun 6,5%

Tentang penggunaan bahan bakar, Nur Pamudi juga menjelaskan penggunaan bahan bakar minyak yang mahal dalam membangkitkan listrik terus ditekan serendah-rendahnya. Tahun ini, hingga Juni prosentase BBM dalam bauran energi nasional tinggal 16.5% atau turun 6,5% dibanding semester pertama tahun lalu dimana konsumsi BBM masih 23 %. “Penurunan prosentasi konsumsi BBM ini dipicu mulai operasinya beberapa PLTU 10.000 MW tahap 1” kata Nur Pamudji.

PLTU yang beroperasi sepanjang tahun lalu dan tahun ini diantaranya PLTU Indramayu 3×330 MW, PLTU Lontar unit 1 dan 2 2 x 315 MW, PLTU New Suralaya 1×625 MW. Disamping itu juga karena mulai beroperasinya pasokan gas FSRU Teluk Jakarta.

Pelanggan Listrik Pintar PLN Tembus 6 Juta

Pencapaian baik semester 1 2012 juga diperoleh PLN disisi pelayanan pelanggan. Sejak 27 Juli 2012 jumlah pelanggan listrik pintar (prabayar) PLN mencapai 6 juta atau tepatnya 6.006.072. Dengan demikian pelanggan listrik pintar PLN sebesar 12,6 persen dari total pelanggan yang mencapai 47,5 juta.

“Rasanya baru sekitar dua bulan lalu kita memberikan penghargaan kepada pelanggan listrik pintar ke 5 juta. Kini sudah mencapai 6 juta. Pertumbuhannya cepat sekali” kata Nur Pamudji. Kini PLN menjadi negara dengan jumlah pelanggan listrik prabayar terbesar di dunia mengalahkan Afrika Selatan yang sebelumnya menjadi negara terbesar listrik prabayarnya.

Pesatnya pertumbuhan ini didorong kepraktisan listrik prabayar yang dengan mudah pelanggan bisa mengendalikan pemakaian listriknya sendiri, menjatah anggaran biaya listrik, terbebas dari berbagai keluhan seperti kesalahan catat meter, diputus karena lupa/telat bayar dan lain-lain. Keluhan memang ada dan itu menjadi bahan untuk terus melakukan perbaikan dalam pelayanan listrik pintar.

Pasokan Listrik Lebaran 2012 Aman

Saat ditanya tentang kesiapan listrik jelang lebaran 2012, Nur Pamudji menjelaskan, berdasarkan pengalaman selama ini, beban puncak pada hari Lebaran umumnya lebih rendah (proyeksi berkurang 10-15%) dibanding beban puncak pada hari kerja karena industri yang mengkonsumsi tenaga listrik sangat besar dan perkantoran berhenti beroperasi (libur).

Prakiraan kondisi pasokan tenaga listrik selama periode Lebaran 2012 ( H-3 s.d. H+7) pada Sistem Kelistrikan Regional Jawa-Bali, Regional Indonesia Barat dan Regional Indonesia Timur berada pada kondisi “pasokan cukup”. Direktur Utama PLN Nur Pamudji menyatakan, “Untuk meningkatkan kesiagaan menjaga keandalan dan kualitas pasokan listrik, unit-unit PLN telah menyiapkan pedoman operasi khusus lebaran 2012”. Sehingga bila terjadi gangguan yang menimbulkan defisit daya, PLN mengupayakan dampak yang sekecil mungkin bagi masyarakat dan pelanggan PLN. “PLN menghimbau pelanggan agar tetap menjalankan gerakan hemat listrik untuk tidak berlebihan memakai listrik”, pungkas Nur.