PLN Perkuat Sistem Kelistrikan dan Penyediaan Energi di NTB

(Mataram, 22/10) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memperkuat sistem kelistrikan dan penyediaan energi yang andal, murah dan ramah lingkungan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

PLN Wilayah NTB pada pertengahan September 2012 lalu telah melakukan interkoneksi menggunakan Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV menghubungkan sistem kelistrikan di Pulau Lombok dengan 3 Gili (pulau kecil), yaitu : Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan
General Manager Wilayah NTB Akbar Ali mengatakan, saat ini sudah beroperasi 1 unit PLTU Jeranjang dan dua unit lainnya akan beroperasi pada awal 2013 yang bagian dari program percepatan PLTU 10.000 MW.

“Tahun ini dengan pertumbuhan daya sebesar 50 MW, maka permintaan listrik dapat terpenuhi. Penyediaan energi listrik yang andal ini merupakan target yang harus dipenuhi PLN untuk menunjang pengembangan industri pariwisata di NTB,” kata Akbar Ali di Mataram, Senin (22/10) disela-sela kegiatan Safari Jurnalistik PLN 2012.

Lebih lanjut menurut Akbar Ali, PLN NTB juga menargetkan tambahan kapasitas di sistem Lombok sebesar 150 MW pada 2015. Yakni dari pembangkit swasta (independent power producer/IPP) berkapasitas 2×25 MW pada 2014, PLTU sewa 2×25 MW pada 2014 dan PLTU loan dari Korea 2×25 MW pada 2015.

Direktur Operasi PLN Indonesia Timur, Vickner Sinaga dan GM PLN NTB, Akbar Ali bersama Operator PLTD Gili Trawangan usai Penghentian Beroperasinya PLTD Gili Trawangan dan Peresmian Interkoneksi Kabel Laut Lombok – 3 Gili (19/09) lalu di Gili Trawangan, NTB

“Beroperasinya PLTU tersebut nantinya akan memperkuat kelistrikan di NTB. Karena idealnya, cadangan daya atau surplus listrik sebesar 30 persen dari beban yang ada,” ujar Akbar Ali.
Dia mengatakan, saat ini beban puncak dalam sistem kelistrikan Lombok beban puncak sebesar 161,9 MW, Sumbawa 28,4 MW, Taliwang 7,1 MW dan Bima 31,3 MW.

Saat ini, rasio elektrifikasi di wilayah NTB sudah mencapai 48 persen, naik dari sebelumnya masih sebesar 30 persen. “Sampai akhir tahun 55 persen. Ini murni pelanggan reguler yang tersambung jaringan. Di luar itu juga sudah dikembangkan dan memanfaatkan PLTS,” ujar Akbar Ali.