PLN Membuka Pendaftaran Penyedia Produk Barang dan Jasa Dalam Negeri (TKDN) secara Online

(Jakarta, 1/3) Terhitung mulai 1 Maret 2013, PLN menerapkan persyaratan penggunaan produksi dalam negeri secara lebih tegas bagi setiap perusahaan ataupun investor yang akan melakukan investasi di sektor ketenagalistrikan, baik yang dilakukan dalam membangun proyek-proyek milik PLN, maupun yang dilakukan sendiri (Independent Power Producer / IPP).

Kebijakan PLN yang mensyaratkan agar para investor untuk menggunakan produk dan jasa lokal ini, adalah sebagai perwujudan dari pelaksanaan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No 54 tahun 2012 tanggal 21 Maret 2012 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan. Dalam peraturan tersebut telah dimuat secara rinci tentang batasan minimal penggunaan komponen dalam negeri yang harus ada dalam setiap kegiatan pembangunan untuk pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi dan distribusi tenaga listrik.

Untuk mendukung hal ini, perusahaan Indonesia yang memiliki kemampuan menyediakan produk barang dan jasa yang terkait dengan infrastruktur ketenagalistrikan, mulai dari Pembangkit, Gardu Induk, Transmisi hingga Distribusi, diundang untuk mendaftarkan produknya secara online melalui link: http://www.pln.co.id/ipp/ .

Selanjutnya data-data tersebut akan menjadi database PLN, dan dapat digunakan sebagai acuan untuk penerapan penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk proyek ketenagalistrikan di PLN.

PLN berharap bahwa mulai saat ini hingga seterusnya, dalam setiap proses pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, para investor ketenagalistrikan mempunyai referensi produk barang dan jasa yang dapat disediakan oleh perusahaan di Indonesia, sehingga tidak hanya mampu memenuhi persyaratan penggunaan TKDN, namun juga berperan lebih banyak dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia.