PLN Tandatangani Kontrak Pembangunan PLTU Timika 4 x 7 MW

(Jakarta, 06/3) Kegiatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Timika berkapasitas 4 x 7 Mega Watt (MW) untuk kepentingan melayani pasokan listrik masyarakat yang berada di Kabupaten Mimika, Propinsi Papua akan segera dilakukan. Hal ini menyusul telah dilakukannya penandatanganan kontrak pembangunan PLTU Timika 4 x 7 MW antara Direktur Utama PLN, Nur Pamudji dengan Direktur Utama PT Rekadaya Elektrika, Didi Hasan Putra, Rabu (06/3) pagi di Jakarta. Turut menyaksikan kegiatan ini, Direktur Pengadaan Strategis PLN, Bagiyo Riawan dan sejumlah tamu undangan.  

Direktur Utama PLN, Nur Pamudji (kanan) dan Direktur Utama PT Rekadaya Elektrika, Didi Hasan Putra (kiri) menandatangani kontrak pembangunan PLTU Timika 4 x 7 MW di PLN Kantor Pusat, Jakarta, Rabu (6/3).

Direktur Utama PLN, Nur Pamudji (kanan) dan Direktur Utama PT Rekadaya
Elektrika, Didi Hasan Putra (kiri) menandatangani kontrak pembangunan
PLTU Timika 4 x 7 MW di PLN Kantor Pusat, Jakarta, Rabu (6/3).

Penandatanganan kontrak pembangunan PLTU Timika 4 x 7 MW yang akan berlokasi di Kampung Ayuka, Kecamatan Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Papua adalah merupakan salah satu tahapan dalam mewujudkan tersedianya pasokan listrik yang cukup dan siap dalam mendukung kegiatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Mimika dan sekitarnya. Kehadiran PLTU Timika sebagai pembangkit listrik non Bahan Bakar Minyak (BBM) selain untuk memperbaiki bauran energi dan efisiensi biaya produksi listrik, juga merupakan bentuk komitmen dari Pemerintah melalui PLN untuk ikut memajukan perekonomian masyarakat Papua.   

PLTU Timika merupakan PLTU Merah Putih, karena selain dikerjakan oleh putera-puteri terbaik bangsa Indonesia, juga karena PLTU Timika untuk material utama yang digunakan untuk membangun PLTU ini banyak memanfaatkan produk-produk yang diproduksi didalam negeri, seperti turbin dan boiler dan peralatan pendukung lainnya. Untuk material turbin yang digunakan di PLTU Timika diproduksi oleh PT Siemens Industrial Power yang berlokasi di Bandung.

“PLN telah mensyaratkan bahwa dalam setiap kegiatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan mulai dari pembangkit, transmisi hingga distribusi semaksimal mungkin harus memanfaatkan produksi dalam negeri yang tingkat kandungan komponen lokalnya tinggi. Ini menjadikan PLTU Timika nantinya menjadi salah satu PLTU yang akan banyak menggunakan produk lokal, dan kita harus bangga bahwa industri di Indonesia telah mampu untuk menjadi tuan rumah di negerinya sendiri” jelas Direktur Utama PLN, Nur Pamudji.