Rokade

Oleh : Nur Pamudji, Direktur Utama PLN.
Senin 11 Maret 2013 malam, Direksi PLN mengatur pembagian tugas yang baru, semacam rokade di permainan catur. Pagi harinya, ada Keputusan Menteri BUMN selaku RUPS PLN yang menetapkan pengangkatan kembali pak Murtaqi Syamsuddin dan pak Setio Anggoro Dewo sebagai Direktur PLN, dan merubah sebutan jabatan para Direktur PLN menjadi “Direktur” saja. Pembagian tugas antar Direktur ditetapkan melalui Keputusan Direksi PLN.

Pembagian tugas yang diputuskan pada malam hari tersebut adalah: pak Murtaqi menangani “Perencanaan dan Pembinaan Afiliasi PLN”. Dia membawahkan Divisi Perencanaan Sistem (DivSIS), Divisi Perencanaan Strategis Korporat (DivRKO), Divisi Perencanaan Pengadaan Strategis, Enjiniring dan Teknologi (DivRET) dan Divisi Bisnis dan Transaksi Tenaga Listrik (DivBTL). Sedangkan Divisi Niaga (DivAGA) dan Divisi Manajemen Resiko (DivMRO) dibawahi oleh pak Harry Jaya Pahlawan, dengan sebutan “Niaga, Manajemen Risiko dan Kepatuhan”. Lingkup tugas pak Nasri Sebayang dibuat lebih eksplisit menonjolkan Divisi Energi Baru dan Terbarukan (DivEBT) dengan sebutan “Konstruksi dan Energi Baru/Terbarukan” dengan catatan tidak lagi memantau progres pembangunan listrik swasta praCOD (Commercial Operation Date). Demikian pula Energi Primer dinampakkan di lingkup tugas pak Bagiyo Riawan, “Pengadaan Strategis & Energi Primer”, termasuk memantau progres listrik swasta praCOD. Pak Vickner Sinaga dapat tambahan wilayah operasi Kalimantan Barat dengan sebutan lingkup tugas “Operasi Indonesia Timur”, sedangkan pak Ngurah Adnyana dapat tambahan wilayah Sumatera dengan sebutan lingkup tugas “Operasi Jawa Bali Sumatera”. Pak Eddy D. Erningpraja sedikit berkurang tugasnya karena aspek “Kepatuhan” kini berada di bawah kendali pak Harry. Sedangkan pak Dewo tetap menangani keuangan.

Untuk memudahkan fihak eksternal PLN mengenali lingkup tugas seorang Direktur PLN, pada surat yang ditandatangani seorang Direktur dicantumkan lingkup tugasnya, diapit tanda kurung, misalnya:

Direktur
(Konstruksi & Energi Baru/Terbarukan)

<tanda tangan>

Nasri Sebayang

Di tingkat Divisi tidak ada perubahan organisasi, barangkali hanya berubah sebutan saja untuk Divisi Pembangkit Indonesia Barat (DivKIT IB) menjadi DivKIT Sumatera, Divisi Distribusi dan Pelayanan Pelanggan (DivDis) IB menjadi DivDIS Sumatera, dan Divisi Transmisi (DivTRS) IB menjadi DivTRS Sumatera. Sedangkan Divisi Konstruksi (DivKON) IB menjadi DivKON Sumatera-Kalimantan, sejalan dengan pembagian wilayah kerja Unit Induk Pembangunan (UIP) yang telah ditetapkan Direksi beberapa hari sebelumnya. Perubahan lain yang perlu diketahui adalah dipisahkannya jabatan General Manager UIP dari jabatan Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) Pembangkitan dan Jaringan (KitRing). Jadi seorang P2K KitRing tidak otomatis menjadi GM UIP seperti tahun-tahun sebelumnya, walau pun demikian, GM UIP dan P2K Kitring tetap bekerjasama dengan erat.