PLN & USAID Tandatangani MoU Kerjasama Program Pengembangan Energi Bersih

(Jakarta, 30/4) Komitmen dan kebijakan PLN secara korporasi untuk terus meningkatkan pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan (renewable energy) yang bersih dan ramah lingkungan sebagai sumber energi listrik di Indonesia, ternyata sejalan dengan program Indonesia Clean Energy Development (ICED) yang sedang dilakukan oleh United State Agency for International Development (USAID) di Indonesia.

MoU PLN USAIDKesamaan visi dalam upaya peningkatan pemanfaatan renewable energy inilah yang menjadi salah satu latar belakang utama dilakukannya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PLN dengan USAID.

Penandatanganan MoU PLN dengan USAID tentang kerjasama Program Pengembangan Energi Bersih, dilakukan oleh Direktur Utama PLN, Nur Pamudji (kanan) bersama dengan Environment Officer Director USAID, John Hansen (kiri), Selasa (30/4) pagi di bertempat di Kantor Pusat PLN, Jakarta.

Program ICED yang dilakukan oleh USAID mulai dari bulan Maret 2011 dan direncanakan hingga bulan September 2014, bertujuan membantu pemerintah Indonesia, termasuk PLN sebagai BUMN yang bergerak di bidang industri energi ketenagalistrikan dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan di Indonesia. “USAID berkomitmen membantu pemerintah Indonesia dan juga PLN dalam mendorong peningkatan pemanfaatan atau penggunaan renewable energy di Indonesia” ujar John Hansen, Environment Officer Director USAID

Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, menyambut baik dilakukannya penandatanganan MoU ini dan berharap agar dapat segera ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan yang lebih nyata. “Kami siap untuk bekerjasama dengan USAID sebagai salah satu mitra kerja PLN dalam upaya meningkatkan pemanfaatan renewable energy sebagai sumber energi listrik di Indonesia” tegas Nur Pamudji.

Beberapa hal yang menjadi fokus dalam rencana kerjasama antara PLN dengan USAID untuk Program Pengembangan Energi Bersih ini diantaranya :

  1. Peningkatan pemahaman/pengetahuan akan teknologi dan sistem pembangkit listrik untuk energi terbarukan seperti tenaga air, biomas, biogas, tenaga air, surya dan limbah masyarakat;
  2. Menfasilitasi dan memberikan saran teknik (advice) terkait pembelian tenaga listrik dan interkoneksi dari pengembang listrik swasta skala kecil dari energi terbarukan pada jaringan transmisi dan distribusi PLN;
  3. Membangun kemampuan sumber daya manusia (capacity building) baik PLN Pusat maupun PLN unit melalui kegiatan lokakarya, pelatihan, dan pendidikan terkait renewable energy.