Penghematan di Tengah Mahalnya BBM

(Jakarta, 1/7) PT Pembangkitan Jawa – Bali (PJB)  memanfaatkan teknologi gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG) untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) saat beban puncak dan memaksimalkan penyerapan gas. Storage CNG akan dibangun di UP Muara Tawar dan UP Gresik.

Direktur (Pengadaan Strategis dan Energi Primer) PLN, Bagiyo Riawan (paling kanan) dan Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB), Susanto Purnomo (kedua kanan) saat melakukan peninjauan lapangan usai acara groundbreaking pembangunan proyek compressed natural gas (CNG) Muara Tawar di Desa Segarajaya Kecamatan Taruma Jaya Kabupaten Bekasi, Senin(1/7).

Direktur (Pengadaan Strategis dan Energi Primer) PLN, Bagiyo Riawan (paling kanan) dan Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB), Susanto Purnomo (kedua kanan) saat melakukan peninjauan lapangan usai acara groundbreaking pembangunan proyek compressed natural gas (CNG) Muara Tawar di Desa Segarajaya Kecamatan Taruma Jaya Kabupaten Bekasi, Senin(1/7).

Ground breaking dimulainya pembangunan Storage CNG di UP Muara Tawar dilakukan Senin (1/7) dan diharapkan tanggal 6 Nopember 2013 Storage CNG ini sudah dapat di ujicoba operasi sebesar 5 MMSCF dan pada tanggal 11 Desember 2013 sudah beroperasi penuh 20 MMSCF. Pembangunan Storage CNG UP Muara Tawar dikerjakan oleh Konsorsium PT Pembangunan Perumahan (PP) – Odira – Adcomp.

Storage CNG UP Muara Tawar memanfaatkan pasokan gas dari PGN melalui pipa SSWJ II (South Sumatra West Java II) dan Pertamina EP yang tidak terserap saat pembangkit beroperasi di luar beban puncak karena pola pembebanan Sistem Jawa Bali. Total pasokan dari PGN dan Pertamina EP rata-rata 180 BBTUD. Pada saat beban puncak, cadangan gas yang tersimpan pada Storage CNG akan dipakai untuk menggantikan penggunaan BBM. Dengan cara tersebut, proyek yang menelan biaya investasi 508 Miliar Rupiah ini menghemat pemakaian HSD sebesar 203.000 kL atau setara dengan Rp. 1,786 Triliun per tahun (asumsi harga HSD Rp. 8.800 per liter).  Secara keseluruhan setelah diperhitungkan harga gas dan biaya kompresi, maka penghematan yang didapat sebesar Rp. 1,187 Triliun per tahun. Selain itu akan tercipta lingkungan yang lebih baik dengan mengurangi emisi SO2 sebesar 350 ton per tahun.

Storage CNG UP Muara Tawar dengan kapasitas 20 MMSCF akan memberi tambahan daya saat beban puncak  sebesar 400 MW selama 9 jam dengan total pasokan gas harian tetap 180 BBTUD. Pada masa mendatang Storage  CNG tersebut akan dikembangkan menjadi 72 MMSCF.

Pemanfaatan Storage CNG merupakan salah satu upaya PT PJB dalam melakukan efisiensi dalam biaya bahan bakar. Selain itu juga mendukung program pemerintah untuk mengurangi penggunaan BBM pada mesin pembangkit. (*).