PLN Sewa Lahan Negara Untuk Mempercepat Proyek Pembangkit Gas Di Aceh

(Jakarta, 2 Agustus 2013) Untuk memenuhi kebutuhan lahan bagi pembangunan Gas Engine Power Plant Arun, Aceh, PT PLN (Persero) memanfaatkan (sewa) Barang Milik Negara (BMN) berupa lahan seluas 45.893 meter persegi di area kilang LNG Arun yang terletak di Desa Blang Lancang, Kecamatan Muara Satu, Kabupaten Lhokseumawe, Aceh.

Sewa Lahan NegaraPenandatanganan perjanjian sewa tanah ini dilakukan oleh Direktur Utama PLN, Nur Pamudji dengan Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Hadiyanto pada hari Jumat 2 Agusus 2013 di Jakarta. PLN akan memanfaatkan lahan ini untuk membangun pembangkit listrik tenaga gas berkapasitas 184 mega watt (MW) untuk memperkuat sistem kelistrikan di Sumatera, khususnya Sumatera bagian Utara.

“Tanah ini sangat kami perlukan untuk pembangkit listrik di aceh. Ini adalah cara yang paling cepat untuk menyelesaikan masalah pasokan listik ke Aceh dan Sumatera Utara. Kami ingin gas hasil regas arun yang dilakukan oleh pertamina di sisi hulu, sehingga kami bisa memanfaatkan gas tersebut lebih awal”, ujar Dirut PLN, Nur Pamudji.

PLN menyewa lahan tersebut selama 5 tahun terhitung mulai tanggal 2 Agustus 2013 sampai dengan 1 Agustus 2018. Sewa lahan ini dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan baru.

Nur Pamudji juga mengungkapkan harapannya agar PLN bisa menyewa lagi lebih banyak tanah yang dikelola oleh Dirjen Kekayaan Negara. “Karena dengan cara itu lebih memberi kepastian terhadap penyelesaian proyek-proyek kelistrikan”, tegas Nur Pamudji.

Ungkapan serupa dilontarkan Dirjen Kekayaan Negara, Hadiyanto, menurutnya, perjanjian sewa ini kecil bagi PLN tapi bagi Dirjen Kekayaan Negara, ini merupakan embrio yang mengarah kepada pengelolaan aset yang lebih besar lagi. “Kita berharap dengan trigger ini kita bisa lebih fokus pada optimalisasi pengelolaan aset. Dan yang paling penting sinergi dan saling dukung ini penting bagi komitmen kita membangun bangsa ini”, tutur Hadiyanto.

Gas Engine Power Plant Arun itu sendiri akan dibangun oleh PT Wijaya Karya (Persero) yang penandatanganan kontraknya sudah dilakukan oleh Dirut PLN, Nur Pamudji dengan Dirut Wijaya Karya, Bintang Perbowo pada 8 Juli 2013 di Jakarta.

Pembangunan konstruksi pembangkit listrik berbahan bakar gas ini membutuhkan waktu sekitar 18 bulan terhitung dari dimulainya kontrak efektif, dan diperkirakan listrik dari Gas Engine Power Plant Arun ini sudah dapat memperkuat sistem kelistrikan Aceh pada akhir 2014 atau awal tahun 2015. Proyek dengan dana investasi sekitar Rp 35,4 miliar dan 81,2 Juta Euro ini akan memanfaatkan pasokan gas dari LNG Arun