PLN UPJ Salatiga Lakukan Pemutusan Massal Tahap Kedua

SALATIGA (13/12) - PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Salatiga melakukan pemutusan massal kepada para pelanggan yang penunggak rekening. Pemutusan dimulai Selasa (13/12) dan Rabu (14/12 hari ini di seluruh kecamatan di Salatiga dan  beberapa kecamatan di Kabupaten Semarang seperti  Suruh, Pabelan, Susukan, Getasan, Bancak, Tengaran, dan Beringin.

Manajer PLN UPJ Salatiga Totok Suharto menjelaskan, pemutusam massal ini dilakukan karena para penunggak rekening listirk di wilayahnya masih tinggi. Sebenarnya sudah dilakukan pemutusan massal tahap pertama pada 22 November lalu namun belum ada hasil signifikan.

“Kami mengerahkan seluruh pegawai yaitu 130 orang baik dari outsourcing, mitra kerja, maupun BTL untuk melakukan pemutusan massal ini. Intinya PLN akan menyadarkan masyarakat untuk tidak menunggak membayar rekening. Batas akhir pembayaran rekening pada tanggal 20 setiap bulannya,” katanya.

Dikatakan, sedikitnya 2.000 pelanggan masih menunggak membayar rekening di wilayah UPJ Salatiga. Mereka yang akan diputus adalah yang menunggak minimal satu bulan. Jika menunggak hingga tiga bulan akan dilakukan pembongkaran. Disebutkan, bagi para pelanggan yang mengalami tunggakan satu bulan, petugas akan memutus sementara sambungan listriknya. Kemudian setelah mereka melunasi tagihan berikut denda keterlambatannya, petugas akan kembali menyambung kembali listrik bagi pelanggan yang bersangkutan.

“Sudah ada aturannya, apabila pelanggan tidak melunasi listrik sesuai waktu yang telah ditentukan, akan dilakukan pemutusan sambungan sementara. Kami sudah menyosialisasi tentang pemutusan ini melalui Muspka dan Muspida di Salatiga baik melalui surat maupun di media – media dan radio,” katanya.

Asisten Manajer Pemasaran dan Niaga PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Salatiga Agus Setiawan menambahkan, PLN bukan kejam terhadap pelanggan namun bersikap tegas. Pasalnya jika pelanggan terus-terus menunggak, akan menggangu operasional PLN. Agus Menegaskan, masyarakat harus sadar kewajibannya membayar pajak. Sejauh ini hak-hak sudah terpenuhi  yaitu mendapat aliran listrik. Padahal untuk memberi aliran listrik itu PLN perlu biaya.

“Kami menghimbau kepada pelanggan untuk membayar listrik sebelum tanggal 20 setiap bulannya. Atau pelanggan diharapkan bisa migrasi ke prabayar agar bisa mengendalikan rekening listrik sendiri. Ini akan lebih aman dari pemutusan PLN. Intinya PLN mengajak pelanggan sebisa mungkin jangan diputus aliran listriknya,” tandasnya.

( Moch. Kundori / CN34 / JBSM )

Sumber: Suara Merdeka