Perayaan Kartini Persatuan Ibu PLN Disjaya Mencari Sosok Kartini Di Era Digital

Persatuan Ibu (PI) PLN Disjaya memiliki cara sendiri memaknai hari Kartini. Bertempat di Kantor Distribusi, pada 20 April 2012 PI mengadakan dialog interaktif dengan menghadirkan aktivis perempuan sekaligus anggota DPRD T. Farida Rahmayanti, MM. Ketua PI Katrin Katrina Sulastyo dalam sambutannya mengatakan, “ wanita Indonesia harus maju dan mandiri tanpa melupakan kodratnya sebagai perempuan.”

Tokoh RA Kartini menjadi icon perjuangan emansipasi wanita Indonesia. Sosok pejuang wanita tersebut pada acara tersebut seolah dibangkitkan kembali di hadapan ibu-ibu PI dalam sebuah drama musikalitas. Meskipun hanya melalui latihan singkat beberapa hari sebelumnya, ibu-ibu PI berhasil membawakannya dengan baik.

Farida Rahmayanti yang menjadi pembicara utama menekankan peran Kartini di era digital. Menurut Farida, pada dasarnya makna dari perjuangan RA Karitni yang terkumpul dari bukunya Habis Gelap Terbitlah Terang bukan hanya masalah persamaan gender namun juga berjuang menjaga keluarga. “Keluarga adalah basis kehidupan. Karakter-karakter kepemimipinan dibangun dari keluarga,”jelas Farida.

Farida juga menyebutkan salah satu penyebab maraknya anak-anak jalanan dikarenakan fungsi keluarga tidak berjalan dengan baik. Menurut Farida, untuk mengatasi masalah anak jalanan tidaklah mudah. Alasan utama adanya anak jalanan dikarenakan keterbatasan ekonomi. “Orang tua yang tidak dapat memenuhi kebutuhan anak-anaknya akhirnya memaksa mereka untuk mencari penghasilan. Itulah akibat dimana fungsi keluarga tidak dapat berjalan dengan baik. Jadi cita-cita Kartini tidak hanya menuntut hak-hak kaumnya, namun bagaimana seorang wanita atau ibu mampu memperjuangkan kehidupan keluarganya,” tegas Farida.