Penggunaan Listrik Yang Salah Menjadi Penyebab Kebakaran

Frekuensi pemberitaan kebakaran di sejumlah media semakin meningkat akhir-akhir ini.Konseleting listrik sering dijadikan alasan utama terjadinya penyebab kebakaran. Pada dasarnya penyebab utama kebakaran tidak lain adalah karena perilaku masyarakat yang masih belum tertib dalam penggunaan listrik. Padahal PLN sebagai penyuplai listrik di seluruh Indonesia sudah melakukan proteksi untuk pencegahan kebakaran mulai saluran dari gardu induk hingga NCB di setiap rumah.

Menurut Plt Deputy Manajer Komunikasi dan Bina Linkungan PLN Disjaya Tangerang Irwan Darwin, tanggung jawab PLN dimulai dari trafo sampai NCB yang ada di setiap pelanggan, selanjutnya untuk saluran dari NCB ke rumah menjadi hak dan tanggung jawab pelanggan. “Kami tidak berhak untuk mengatur saluran listrik warga.Kami hanya mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik dengan benar, seperti membeli kabel berdasarkan standar bukan karena harga,” ujar Irwan.

Sebagaimana diketahui, kebakaran yang terjadi karena adanya penyalahgunaan dan kecerobohan pemilik rumah. Untuk itu edukasi pemakaian listrik yang benar harus digalakkan. Seringkali ditemukan, saat pemasangan instalasi listrik pertama kali di rumah, masyarakat menggunakan jasa tukang bangunan.
“Idealnya dalam memasang listrik, pelanggan menggunakan prosedur Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL). Dalam peraturan tersebut pelanggan seharusnya menggunakan jasa tenaga ahli listrik yang tergabung Asosiasi Kontraktor Tenaga Listrik (AKLI),” jelas Irwan Darwin.

Setelah pemasangan listrik oleh AKLI, pelanggan akan mendapat sertifikat dari KONSUIL (Komite Nasional Keselamatan Untuk Instlasai Listrik). Terbitnya sertifikat ini menjadi bukti pemasang listrik di rumah sudah memenuhi laik operasi. “ Disamping kesalahan pada pemasangan instalasi listrik, kebakaran juga bisa disebabkan adanya segitiga api, yaitu udara,material yang mudah terbakar dan temperatur yang panas. Jadi masyarakat harus mengetahui unsur-unsur yang menyebabkan kebakaran,”lanjut Irwan Darwin.