LAUNCHING BUKU PLTA RIAM KANAN, CIKAL BAKAL KELISTRIKAN DI KALIMANTAN
Sebagai wujud kepedulian insan PLN Kalselteng dalam menghargai sejarah maka dibuatlah buku ‘PLTA Riam Kanan, Cikal Bakal Kelistrikan di Kalimantan’. Buku yang menyajikan kembali lintasan sejarah pembangunan PLTA Riam Kanan serta kondisi riil PLTA Riam Kanan saat ini.
Launching buku ini berbarengan dengan kegiatan reuni akbar ke – 7 paguyuban mantan karyawan proyek pembangunan PLTA Riam Kanan, Jumat (11/5).
Hadir dalam kesempatan launching Buku PLTA Riam Kanan, Cikal Bakal Kelistrikan di Kalimantan, General Manager PLN Kalselteng, Yuddy Setyo Wicaksono, Walikota Banjarbaru Ruzaidin Noor, Wakil Bupati Banjar H. Ahmad Fauzan Saleh serta paguyuban mantan karyawan proyek pembangunan PLTA Riam Kanan bertempat di bendungan Riam Kanan – Aranio.
GM Yuddy menyatakan kondisi waduk Riam Kanan lokasi sumber air baku PLTA Ir. PM. Noor di Kecamatan Aranio saat ini cukup memprihatinkan. Hingga perlu perhatian dan dukungan dari segenap lapisan masyarakat agar kedepan keberadaannya tidak berubah menjadi bencana yang tidak diinginkan.
Disinyalir hal ini akibat aktifitas penebangan hutan dan pembukaan lahan tambang emas ilegal di hulu sungai Riam Kanan. “Akibatnya penyusutan air sangat cepat karena air tidak tersimpan. Sedimentasi dalam waduk juga perlu perhatian kita bersama”, ujar Yuddy.
Sudah puluhan tahun warga Kalimantan menikmati terangnya lampu berkat listrik. Listrik sebagai kebutuhan primer yang menjadi urat nadi penggerak roda kehidupan masyarakat. Berkat listrik, sektor ekonomi tumbuh, dunia informasi berkembang, inovasi dibidang
teknologi ditemukan serta beribu bahkan berjuta manfaat dan kegunaan lainnya.
PLTA Riam Kanan adalah salah satu unit pembangkit andalan bagi sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Sejak berdiri sampai sekarang, PLTA Riam Kanan masih beroperasi dengan baik dan memberikan kontribusi produk energi listrik, walupun dalam perjalanannya mengalami fluktuasi daya mampu yang dihasilkan sesuai dengan kondisi elevasi atau kapasitas daya tamping waduk.
PLTA Riam Kanan yang masuk dalam system kelistrikan Barito hingga kini masih menjadi pemegang rekor pembangkit dengan biaya operasi yang paling murah. Tingkat keandalan pembangkit listrik tenaga air tidak usah dipertanyakan lagi. Hanya bergantung pada kondisi air yang tertampung dalam cawan raksasa waduk Riam Kanan.
Dukungan media cetak juga sangat diperlukan. Dengan dimuatnya berita berseri tentang buku PLTA Riam Kanan, 3 kali terbitan berturut-turut edisi 12 Mei 2012, 13 Mei 2012 dan 14 Mei 2012 di Radar Banjarmasin, membuktikan bahwa PLTA Riam Kanan merupakan salah satu kebanggan warga Kalimantan Selatan.
Dengan diterbitkannya buku PLTA Riam Kanan ini, dapat menggugah kepedulian kita semua dalam upaya pelestarian PLTA Riam Kanan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan sebagai salah satu tujuan wisata dan tempat pembelajaran alami tentang edukasi kelistrikan.







