PLN Samarinda Tertibkan Tunggakan Pelanggan

PLN Samarinda Tertibkan Tunggakan Listrik Pelanggan

Samarinda – PLN Area Samarinda terus lakukan pemutusan kepada para pelanggan yang menunggak tagihan listrik yaitu meliputi wilayah samarinda kota, samarinda ulu, samarinda ilir, samarinda seberang, tenggarong hinga melak kutai barat.

Manajer PLN Area Samarinda, Basuki Sugiharto mengatakan pemutusan massal ini dilakukan karena para penunggak rekening listirk di Area Samarinda masih tinggi. Sebenarnya sudah dilakukan pemutusan setiap harinya tetapi mengingat tunggakan listrik masih tinggi maka lebih digencarkan lagi.

“Kami mengerahkan seluruh pegawai yaitu 527 orang tanpa terkecuali baik dari outsourcing, mitra kerja,  untuk melakukan pemutusan massal ini. Intinya PLN akan menyadarkan masyarakat untuk tidak menunggak membayar rekening.

Dikatakan, sedikitnya 5000 pelanggan masih menunggak membayar rekening. Mereka yang akan diputus adalah yang menunggak minimal satu bulan. Jika menunggak hingga tiga bulan akan dilakukan pembongkaran.
�Sudah ada aturannya yang telah kita sepakati dengan pelanggan yang tertuang dalam SPJBTL (Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik), apabila pelanggan tidak melunasi listrik sesuai waktu yang telah ditentukan yaitu paling lambat tanggal 20 setiap bulannya, maka akan dilakukan pemutusan sementara, dan selebihnya akan di bongkar rampung apabila setelah melewati bulan ketiga tetap menunggak.

Basuki Sugiharto, menambahkan, PLN bukan kejam terhadap pelanggan namun bersikap tegas. Pasalnya jika pelanggan terus-terus menunggak, akan menggangu operasional PLN, Kita tidak ingin ini terjadi, mengingat pentingnya listrik bagi kehidupan kita.  Masyarakatpun harus sadar akan kewajibannya membayar tagihan listrik. Notabene sejauh ini hak-hak pelanggan sudah terpenuhi  yaitu mendapat aliran listrik.

Dilain hal, kita juga sudah menyosialisasi tentang pemutusan ini melalui surat maupun di media pers, radio, web dan talk show di TVRI� katanya.
Dan ditegaskan kembali kepada pihak pelanggan untuk tidak menitipkan uang pelunasan rekening listrik kepada tim pemutusan. Silakan agar pelanggan langsung membayar ke loket PPOB (Payment Point Online Bank),BANK, ATM, Kantor Pos di seluruh Indonesia.

Lanjutnya, bagi pelanggan yang telah dibongkar rampung, bila ingin menyambung kembali, prosesnya seperti calon pelanggan baru yaitu akan dibebankan biaya penyambungan baru serta terlebih dahulu melunasi tunggakannya.

“Kami menghimbau kepada pelanggan untuk membayar listrik sebelum tanggal 20 setiap bulannya. Atau pelanggan diharapkan bisa migrasi ke prabayar agar bisa mengendalikan rekening listrik sendiri. Ini akan lebih aman dari pemutusan PLN. Intinya PLN mengajak pelanggan sebisa mungkin jangan diputus aliran listriknya,” tandasnya.