Hemat Listrik

Mungkin sempat terlintas pertanyaan dalam benak kita, mengapa pelanggan PLN justru diajak berhemat dalam menggunakan listrik ?.


3 FAKTA MENGAPA HARUS HEMAT LISTRIK


Ada beberapa fakta yang bisa menjelaskan mengapa PLN tak pernah bosan menghimbau dan mengajak pelanggannya agar sungguh-sungguh berhemat dalam menggunakan listrik. Faktanya sebagai berikut :


Pertama, sampai saat ini masih terdapat kesenjangan (perbedaan) antara Biaya Produksi Listrik dengan harga jual ke pelanggan. Di Lampung saja rata-rata Biaya Produksi listrik mencapai kisaran Rp. 900 / kWH, sementara harga jual ke pelanggan rata-rata masih berkisar Rp. 600 / kWH. Salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi biaya produksi listrik adalah harga Bahan Bakar, dimana PLN harus membeli bahan bakar untuk pembangkit listrik dengan harga yang mengikuti mekanisme pasar. Sementara itu, Harga jual PLN ( Regulated). PLN tidak bisa menaikkan harga jual listrik tanpa persetujuan Pemerintah dan lembaga Legislatif (DPR). Sebab harga jual listrik diatur dalam Tarif Dasar Listrik (TDL) yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden. Dengan kondisi yang demikian, PLN mengambil pilihan untuk melakukan efisiensi dan penghematan internal perusahaan, dibarengi dengan himbauan dan ajakan kepada pelanggan untuk benar-benar hemat listrik. Bila pelanggan mampu melakukan penghematan akan sangat membantu PLN untuk menjamin kesinambungan pasokan listrik.


Kedua, Selama ini negara masih mensubsidi selisih biaya produksi listrik, karena tarif listrik yang dikenakan ke pelanggan masih jauh di bawah harga produksi. Sayangnya jumlah subsidi terbatas. Dengan kenaikan harga Bahan Bakar pembangkit PLN yang sangat fluktuatif . Tentunya, subsidi listrik yang melonjak sangat membebani anggaran keuangan Pemerintah (APBN). Padahal yang perlu disubsidi Pemerintah tak hanya listrik, tapi ada sektor lain yang jauh lebih penting seperti Pendidikan, Kesehatan Masyarakat dan sektor pembangunan lainnya. Nah, apabila setiap pelanggan PLN secara nyata benar-benar melakukan penghematan pemakaian listrik, maka akan sangat membantu Pemerintah mengurangi alokasi Subsidi listrik untuk dialihkan ke sektor pembangunan lainnya yang juga lebih penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Ketiga, adanya ketidakseimbangan antara pertumbuhan konsumsi listrik pelanggan yang lebih cepat meningkat dibandingkan dengan kemampuan PLN dalam menyediakan pembangkit listrik. Untuk membangun pembangkit listrik jenis PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) berkapasitas 2 x 100 MW – seperti PLTU Tarahan – membutuhkan waktu paling cepat 3 (tiga) tahun, baru bisa beroperasi. Ini diluar waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan persiapan, seperti penyediaan dan pembebasan lahan. Sedangkan setiap tahun pertumbuhan konsumsi listrik terus menanjak. Di Lampung misalnya, setiap tahun pertumbuhan listrik rata-rata mencapai 50 MW – 60 MW. Ditengah kondisi yang seperti ini, diperlukan upaya pengendalian pertumbuhan beban listrik disisi pelanggan dengan cara mengajak pelanggan melakukan penghematan pemakaian listrik. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan antara penyediaan pasokan listrik dengan pertumbuhan konsumsi listrik masyarakat sehingga kesinambungan pasokan listrik lebih terjamin.


KELEBIHAN BERHEMAT SAAT PUKUL 17.00 – 22.00 WIB

1. Masih banyak saudara kita di pelosok yang belum bisa menikmati listrik.

2. Hemat listrik tidak butuh biaya. Yang dibutuhkan hanya KEMAUAN dan DISIPLIN dalam mengatur kembali penggunaan listrik sehingga benar-benar hemat.

3. Penghematan listrik / pengurangan penggunaan alat listrik menjadikan alat listrik lebih awet dan tahan lama.

4. Hemat listrik dapat mengurangi beban sistem sehingga kelangsungan pasokan listrik terjaga.

5. Hemat listrik merupakan alternatif solusi menghindari terjadinya pemadaman.

6. Membantu program konservasi dan hemat energi nasional sesuai Inpres No.10/2005 tentang Penghematan Energi.

7. Hemat merupakan bagian dari iman, karena hemat listrik juga ibadah.

8. Sangat membantu PLN untuk menjamin kesinambungan pasokan listrik.

9. Hemat Listrik membantu Pemerintah mengurangi alokasi Subsidi listrik untuk dialihkan ke sektor pembangunan lainnya yang juga lebih penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

10. Penggunaan energi listrik secara berlebihan berarti turut andil dalam meningkatkan pembakaran gas buang fosil akibat pembakaran mesin – mesin pembangkit (berbahan bakar BBM & Batubara). Itu sebabnya hemat listrik merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan dunia dari pemanasan global (global warming).

 


KENAPA HARUS BERHEMAT DI BEBAN PUNCAK (17.00–22.00 WIB) ?


Pada Pukul 17.00 – 22.00 WIB merupakan waktu Beban Puncak dimana Pelanggan PLN diseluruh Indonesia menyalakan listrik secara bersamaan.


Yang diharapkan dari program hemat listrik 17-22 adalah turunnya angka beban maksimal. Ajakan menggunakan listrik dengan bijak ini lebih diharapkan mampu dilakukan oleh pelanggan PLN di Lampung dimana konsumsi listrik untuk tumah tangga jauh mendominasi dari pada industri, terlebih pada waktu beban puncak.


Melambungnya grafik konsumsi listrik pada waktu beban puncak memiliki dampak yang serius. Bila konsumsi listrik Lampung sudah menyentuh angka diatas 425 MW, secara otomatis akan terjadi pemadaman listrik begilir karena Sistem Kelistrikan Lampung dalam kondisi normal hanya mempunyai mampu menyuplai 425 MW.


PLN mengajak pelanggan rumah tangga untuk mematikan 2 titik lampu atau setara dengan 50 watt, bila 877.036 pelanggan rumah tangga di Lampung (Data Per Nov 2009) mampu menghemat sebesar 50 watt selama pukul 17.00 hingga 22.00, kita dapat menghemat energi listrik sebesar 43.851.800 watt jam (43 MW). Bila tiap 1 KWh listrik membutuhkan 0,3 liter solar, berarti kita selama 5 jam telah menghemat 13,16 kiloliter solar. Dengan harga solar tanpa subsidi yang sekarang mencapai Rp 5.000 per liter, penghematan yang kita lakukan bernilai Rp 65.8 Juta per hari. Bayangkan penghematan listrik yang telah kita lakukan.

Cukup dengan menghemat listrik 50 watt selama 5 jam, kita telah turut menyelamatkan Bangsa.

 


TRIK HEMAT LISTRIK


Penghematan listrik dirumah tangga tidak sulit asal kita mau mentaati aturan-aturan pemakaian secara tepat dan memperhatikan hal-hal dibawah ini :

1. Pasang daya listrik dirumah sesuai kebutuhan (tepat guna)

2. Pilih peralatan rumah tangga yang hemat listrik dan menyalakan hanya pada saat diperlukan

3. Biasakan semua anggota keluarga untuk menghemat listrik dengan cara :

· Menyalakan alat-alat listrik hanya pada saat diperlukan

· Menggunakan alat listrik secara bergantian

· Permudah sinar matahari pagi dan sore memasuki ruangan

· Mengganti lampu pijar dengan lampu hemat energi (LHE) dengan logo SNI . Beberapa keistimewaan lampu LHE antara lain Nyala LHE lebih terang dibanding lampu pijar dan Usia hidup lampu LHE juga lebih lama