Eks Pelanggan Gunakan Sistem Prabayar

(PEKALONGAN 7/5)– Mulai kemarin (6/5), PT PLN melayani pendaftaran sekaligus penyambungan jaringan listrik eks pelanggan Koperasi Listrik Pedesaan Sinar Siwo Mego (KLPSSM) di Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur.

Untuk melayani pendaftaran itu, PT PLN menyiapkan satu kendaraan pemasaran keliling yang dipimpin Irawan, petugas PLN Kota Metro. Kendaraan itu dilengkapi jaringan komputer online serta petugas untuk memasang jaringan dan meteran di rumah pelanggan.

Selain jaringan, PLN juga langsung memasang alat penghitung daya listrik (meteran) sistem prabayar ke rumah pelanggan baru. Sedangkan meteran milik KLPSSM tidak difungsikan lagi.

Setelah meteran terpasang dan pelanggan mengisi voucher, listrik langsung menyala. Dari Kecamatan Pekalongan, rencananya hari ini unit pemasaran keliling melayani pendaftaran dan pemasangan jaringan di Kecamatan Wates, Lampung Tengah.

Petugas PLN Cabang Kota Metro Irawan menjelaskan, eks pelanggan KLPSSM yang ingin mendaftarkan harus memenuhi sejumlah persyaratan. Yakni fotokopi KTP, fotokopi rekening KLPSSM, dan membayar biaya penyambungan berdasarkan daya yang diinginkan.

’’Misalnya untuk daya 450 volt ampere (VA) sebesar Rp337.500; 900 VA Rp675 ribu; 1.300 VA Rp975 ribu, dan 2.200 VA Rp1.650.000,” kata dia.

Dilanjutkan, dengan unit pemasaran keliling itu diharapkan memudahkan dan mempercepat peralihan jaringan listrik.

Tahap awal, pengalihan jaringan dan penggantian meteran dilakukan pada eks pelanggan KLPSSM yang di dekat rumahnya terdapat jaringan utama listrik milik PLN. Sedangkan bagi pelanggan yang rumahnya jauh dari jaringan listrik milik PLN tetap menggunakan jaringan milik KLPSSM.

’’Secara bertahap jaringan utama KLPSSM akan kami ganti dengan jaringan yang sesuai standar PLN. Begitu juga trafonya,” papar Irawan.

Lebih lanjut Irawan menjelaskan, ke depan, meteran seluruh eks pelanggan KLPSSM akan diganti dengan meteran prabayar. Dengan begitu, pelanggan tidak perlu repot setiap bulan ke kantor PLN membayar tagihan.

Dengan sistem prabayar, petugas PLN tidak perlu melakukan pencatatan pemakaian listrik ke rumah-rumah pelanggan. ’’Itu juga untuk mengantisipasi adanya pelanggan yang membandel membayar tagihan listrik. Sebab, bila pelanggan tidak mengisi ulang voucher pemakaian daya listrik yang telah habis, listrik di rumahnya tidak akan hidup,” papar Irawan.

Di sisi lain, Kamis (5/5), pengurus KLPSSM menuju Bandarlampung menyikapi pencabutan IUKU. Diharapkan Pemprov Lampung memikirkan dampak panjang kebijakan yang telah diambil.

Pengurus KLPSSM Iskandar Syah dan Dasrul Aswin mengatakan, rombongan itu terdiri atas karyawan KLPSSM, koordinator desa, koordinator kecamatan, pencatat meter, dan perwakilan pelanggan KLPSSM.

Salah seorang kuasa hukum KLPSSM, Dewi, S.H., M.H., menyayangkan pencabutan IUKU yang dilakukan gubernur Lampung. Menurut dia, pencabutan itu tidak didasari hukum yang kuat.

’’Lebih dari 200 karyawan KLPSSM, juga warga Lampung dan warga Indonesia. Mereka juga berhak mendapatkan pekerjaan untuk menghidupi keluarganya masing-masing. Dengan dicabutnya IUKU KLPSSM, kami tidak boleh beroperasi lagi. Lalu, bagaimana dengan nasib ratusan karyawan ini?” kata Iskandar dan Dasrul. (rnn/wid/gde/c2/ais)

Sumber: Radar Lampung