100 Ribu Sambungan Baru

Bandar Lampung (15/6) – Sukses dengan program satu juta sambungan tahun lalu, PT PLN (Persero) kembali menggelontorkan program serupa pada 17 Juni mendatang. Alokasi untuk Lampung sebanyak 100 ribu sambungan.

Manajer Niaga PLN wilayah Lampung Rahimuddin menuturkan, 100 ribu masyarakat Lampung yang siap sambung akan dilayani pada hari tersebut. ’’Saat ini kami sudah tidak memiliki daftar tunggu. Jadi pelanggan siap sambung yang akan ikut dalam program ini,’’ jelasnya.

Ia melanjutkan, artinya penyambungan itu ditujukan untuk pelanggan dengan kriteria memiliki daya tersambung mulai 450 VA hingga 2.200 VA. Lalu layak secara teknik, artinya trafo tidak overload, tegangan sesuai standar, diprioritaskan tanpa perluasan jaringan dan trafo sisipan.

’’Pelanggan juga berada di perumahan RSH dan bermukim di daerah rasio elektrofikasi rendah,’’ katanya.

Oleh sebab itu, program ini akan diarahkan ke Lampung Utara, Tulangbawang, Pesawaran, dan Tanggamus, yang memiliki rasio elektrifitas rendah.

Untuk pengajuan, menurut Rahimuddin, seperti pengajuan pemasangan baru lainnya. ’’Kami pesankan kepada masyarakat untuk langsung ke loket atau kantor PLN terdekat. Jangan melalui calo,’’ tukasnya.

Ia menambahkan, alokasi jumlah sambungan dalam program ini cukup banyak. Sebab dalam program sama yang dilaksanakan pada Oktober 2010 lalu, yakni pada Hari Listrik Nasional Ke-65, Lampung hanya mendapatkan jatah 30 ribu pelanggan. Lalu pada program serupa Mei lalu hanya 42 ribu.

Dengan terus adanya penambahan sambungan serta bertambahnya pelanggan yang meninggikan dayanya, bea puncak penggunaan listrik diperkirakan bertambah 10 megawatt (MW) dari sebelumnya. Diketahui, beban puncak di Lampung antara 450 hingga 470 MW. ’’Karena itu, kami terus mengimbau masyarakat untuk melakukan penghematan. Salah satunya dengan menggunakan listrik prabayar,’’ tuturnya.

Berdasarkan rencana yang ada, PLN wilayah Lampung akan memasarkan produk tersebut secara massal pada bulan ini. Sepanjang 2010 lalu hingga saat ini, menurut dia, untuk pemasaran listrik prabayar di Lampung masih dalam tahap uji coba.

’’Untuk tahap uji coba ini terdapat 1.500 rekening listrik,’’ paparnya. Didominasi pelanggan rumah tangga, walaupun terdapat pelanggan ruko.

Banyak keuntungan yang didapat pelanggan dengan menggunakan listrik prabayar. Mulai tahun ini juga, tak hanya pelanggan baru yang dapat menggunakan layanan ini. Sebab, pelanggan lama pun dapat mengajukan aplikasi peralihan, dari listrik pascabayar ke listrik prabayar.

Caranya pun cukup mudah dan tanpa biaya administrasi untuk beralih. Rahimuddin menjelaskan, pelanggan cukup mengajukan rekening terakhir, mengisi formulir pendaftaran, dan diajukan ke kantor PLN terdekat. ’’Saat sudah memungkinkan, maka pengajuan dapat langsung diproses, dan jangan lupa kepada pelanggan untuk meninggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi oleh petugas PLN,’’ terangnya.

Dilanjutkan, untuk listrik prabayar ini pelanggan tidak lagi membayar biaya beban dan tak ada expired. Kemudian Kwh meter pun akan memberikan tanda pengingat saat sisa 25 Kwh. Sehingga pelanggan tidak akan terlupa untuk kembali mengisi ulang.

’’Dengan listrik prabayar pun pelanggan akan lebih hemat. Sebab dapat mengukur sendiri penggunaan listriknya,’’ ujar dia. Kemudian pelanggan pun tak perlu dipusingkan dengan tenaga pencatat Kwh meter yang mendatangi rumah setiap bulannya. Dengan demikian, tak ada lagi kesalahan dalam pencatatan di Kwh meter.

Untuk membeli pulsa pun dapat dilakukan di mana saja. Baik melalui ATM, kantor bank, maupun outlet-outlet downline bank. Seperti NISP, Bukopin, dan Permata. Kemudian menyusul Bank Syariah Mandiri, BNI, BRI, dan Mandiri. ’’Kami juga memiliki gerai layanan di Chandra Supermarket Tanjungkarang. Hari libur pun tetap beroperasi,’’ jelas dia. (eka/c1/ary)

Sumber: Radar Lampung