Siaran Pers || 08 Aug 2017

Peduli Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Indonesia Power Operasikan Center of Excellence Fire & Safety Academy

Bagikan:


Semarang, 8 Agustus 2017 – PT Indonesia Power (IP), anak perusahaan PLN dibidang pembangkitan tenaga listrik, berkomitmen mengendalikan dan mengurangi semua resiko bahaya Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3).

Untuk itu pada hari ini, 8 Agustus 2017, Indonesia Power meresmikan Center Of Excellence Fire & Safety Academy (FSA) yang berlokasi di Pandean Lamper, Semarang Jawa Tengah. Fasilitas ini diresmikan oleh Direktur Human Capital Management PLN Muhammad Ali. Dalam acara tersebut turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono, Direktur Teknik Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Munir Ahmad dan Direktur Utama Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani.

FSA ini menyediakan program pendidikan dan pelatihan bidang K3 bagi karyawan Indonesia Power dan PLN Group baik secara teoritis maupun praktis menggunakan miniatur peralatan umum yang ada di Pembangkit.

Fasilitas pelatihan K3 pembangkitan milik IP ini merupakan yang terlengkap di Indonesia. Memiliki simulator control room pembangkit, miniatur coal handling, fire ground yang dilengkapi peralatan umum pembangkit seperti bunker, trafo, smoke chamber, peralatan-peralatan ketanagalistrikan, gedung workshop dan fasilitas lainnya.

Gubernur provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan bahwa FNS akan membentuk karakter siswa yang lebih baik dengan pengajaran praktik sesuai dengan lingkungan dunia kerja yg sebenarnya

“Terlebih lagi mendapat sertifikat kompetensi, ini menjadi simbiosis mutualisme bagi sekolah dan industri.” Lanjut Sri Puyono.

Direktur Human Capital Management PLN Muhammad Ali menyatakan bahwa menjalankan proses bisnis dibidang pembangkitan yang mencakup operasi, pemeliharaan mesin dan penyediaan bahan bakar, tidak lepas dari resiko dan potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan personil dilapangan juga berimbas pada kerusakan peralatan hingga berhentinya proses produksi.

“Untuk itu diperlukan sebuah kesadaran dan upaya konkrit untuk membangun kepedulian akan pentingnya budaya K3. Salah satunya lewat pengoperasian FSA. Fasilitas ini juga untuk peningkatan kompetensi personil melalui beragam program pelatihan K3,” jelas Muhammad Ali.

Lebih lanjut Ali mengatakan bahwa dengan FSA, tentu akan mempercepat penambahan sumber daya manusia yg berkualitas.

Dalam jangka panjang FSA Pandean Lamper diharapkan menjadi pusat beragam kebutuhan pelatihan, assessment dan konsultansi khususnya dibidang keselamatan dan kesehatan kerja pembangkitan tenaga listrik.

Progam Indonesia Power Pintar

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatangan kerja sama Program IP Pintar antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa tengah dengan Direktur Human Capital Management PLN.

IP Pintar merupakan pengembangan lebih lanjut dari program IP Mengajar yang melibatkan sinergi antara Indonesia Power, Cogindo Daya Bersama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi serta Sekolah Menengah Kejuruan.

IP Pintar adalah singkatan dari Indonesia Power – Program Internship, Asessment dan Sertifikasi. Pola ajar yang menjadi konsentrasi dari program ini adalah teaching factory, teaching industry dan pembelajaran berbasis praktek kerja industri sebagai operator maupun teknisi pada unit kerja perusahaan diseluruh Indonesia. Nantinya semua siswa yang sudah menyelesaikan program IP Pintar akan mendapatkan sertifikasi kompetensi dari lembaga kompetensi Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan yang diakui industri dan berlaku secara nasional.

Kontak:
I Made Suprateka
Kepala Satuan Komunikasi Korporat
Tlp. 021 7251234
Facs. 021 7227059
Email. suprateka@pln.co.id

  Go Top