Siaran Pers || 13 Mar 2018

PLN Terima Apresiasi Dan Penghargaan Sebagai Wajib Pajak Besar Dengan Kontribusi Besar

Bagikan:


(Jakarta, 13 Maret 2015) Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperoleh apresiasi dan penghargaan wajib pajak besar tahun 2018 sebagai wajib pajak BUMN dengan kontribusi besar serta patuh terhadap peraturan perpajakan dari Direktorat Pajak Kementerian Keuangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan penghargaan ini kepada Kepala Divisi Keuangan PLN Alfath Cordea Imalutha  pada Selasa (13/3/2017) di Jakarta.

Kontribusi pajak PLN ke negara pada tahun 2017 tercatat sebesar 27,6 triliun rupiah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,5 triliun rupiah adalah bagian dari partisipasi PLN dalam program tax amnesty yang dijalankan oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan.

Sebagai pembanding, pada tahun 2016 PLN memberikan kontribusi pajak sebesar 30,1 triliun rupiah, dengan 19,5 triliun rupiah diantaranya merupakan kontribusi dari hasil revaluasi aset perusahaan.

Sri Mulyani menyampaikan bahwa penerimaan pajak dari para wajib pajak besar sangat signifikan bagi keseluruhan penerimaan negara yang terlihat dari kontribusi besar Kantor Wilayah Pajak Besar dalam pencapaian target penerimaan pajak secara keseluruhan.

“Apresisasi untuk berbagai macam kriteria wajib pajak tadi mulai swasta maupun BUMN baik yang sektor riil maupun sektor keuangan itu adalah apresiasi atas kerja samanya yang luar biasa dengan kami (Dirjen Pajak),” ujar Sri Mulyani.

“Bagi kami kalau ada suatu kerja sama yang baik berdasarkan kesadaran bahwa ini adalah suatu yang harus kita lakukan bersama sebagai warga negara dan bangsa Indonesia maka kita bisa melakukan suatu hubungan yang sangat baik,” tambah Sri Mulyani.

Menteri Keuangan juga menegaskan bahwa dalam bekerja sama dengan wajib pajak pihaknya melakukan secara konstruktif, termasuk melakukan koreksi dengan cara dan sikap profesional.

“Karena pada dasarnya pembayaran pajak itu asasnya adalah self assesment. Jadi dalam hal ini kesadaran dan kerja sama dari wajib pajak merupakan kunci utama,” kata Sri Mulyani.

“Saya telah minta agar profesionalisme kita makin ditingkatkan. Kemampuan kita untuk bisa melayani dan menjalankan tugas tanpa teman-teman semua di dunia usaha tanpa terkhawatirkan atau terintimidasi itu sangat penting,” pungkas Sri Mulyani.

  Go Top