Mataram – Akibat nunggak membayar listrik lebih dari tiga bulan, ribuan pelanggan PLN di wilayah Cakranegara dan Ampenan terancam dicabut.
Pelanggan strum tersebut dinilai tidak mengindahkan peringatan yang disampaikan oleh PLN.
“Jumlahnya sekitar 16 ribu, Cakranegara ada 9 ribu pelanggan lebih dan ampenan 6 ribu pelanggan lebih,” kata manager Cabang PLN Mataram Taufik Eko kepada Lombok Post, kemarin.
Saat ini lanjutnya, dalam sehari pihak PLN mencabut tidak kurang 100 pelanggan listrik. Rata-rata pelanggan yang dicabut tersebut nunggak empat bulan ke atas. Satu bulan pertama saat nunggak sudah diberi peringatan.
“Bulan pertama saat nunggak kita peringatkan dengan pemutusan listrik sementara,” sambungnya.
Taufik mengungkapkan, PLN sudah sosialisasi melalui media cetak maupun elektronik tentang pembayaran rekening listrik. Dengan sosialisasi tersebut diharapkan, masyarakat sadar membayar listrik tepat waktu. Terkait pencabutan listrik, dinilai sudah sesuai aturan yang ada.
“Kalau mereka yang nunggak tiga bulan lebih tersebut mau membayar, kita tidak jadi putus. Opsi mengganti dengan rekening pra bayar juga ditawarkan,”tukasnya.
Diakuinya, penggunaan listrik pra bayar sendiri polanya seperti pulsa. Pelanggan bisa membeli kartu yang nanti diisikan ke rekening listriknya. Hal tersebut salah satu cara mengukur penggunaan listrik.
“Kalau kerja sama dengan Camat sama Lurah belum. Kita masih lewat masjid-masjid. Segera kita akan bersurat ke masing-masing camat,”pungkasnya.
Terkait rencana pencabutan listrik yang dilakukan PLN, Ketua Yayasan Lembaga Peduli Konsumen H Muh Saleh mengatakan, jalur negosiasi jangan sampai dilupakan oleh PLN. Rasa keadilan harus juga dirasakan oleh konsumen listrik.
“Jangan timbulkan opini miring terhadap PLN. Giliran pencabutan listrik paling cepat, satu sisi pemadaman masih terjadi,” tandasnya.
Ribuan pelanggan listrik yang akan dicabut PLN, sambungnya, tidak akan menyelesaikan masalah melalui pencabutan listrik saja. Lebih bagus cara-cara proaktif dengan mengedukasi masyarakat di kedepankan.
“Yang nunggak katanya belasan ribu, apa begitu saja mau dicabut semua. Beri waktu lagi satu atau dua minggu ke depan,” ucapnya (feb)
disadur dari Koran Lombok Post Selasa, 5 Juni 2012






