Percepat PLTU Bima, Dirut PLN Rogoh Kocek Pribadi

BIMA – Proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bima yang sedianya dijadwalkan rampung pada 2011 ini sedikit meleset. Dirut PT PLN Dahlan Iskan menginstruksikan proyek ini harus sudah tuntas dan beroperasi pada tahun 2012 mendatang.

Proses pembangunan PLTU pertama di Bumi Gora ini mengalami keterlambatan akibat seretnya dana kontraktor pemenang tender. Meski tender proyek senilai Rp 260 miliar tersebut dilakukan pada 2008 lalu, tetapi proses konstruksinya baru dimulai pada 2010 lalu.

Kemarin, Koran ini berkunjung ke lokasi PLTU tersebut di Desa Kolo, Kota Bima, terlihat sebuah bangunan dengan kontruksi baja dan disekitar bangunan tersebut terlihat tumpukan berbagai peralatan pembangkit yang didatangkan dari China tersebut.

“Ini baru kiriman pertama. Nanti akan menyusul kiriman kedua dan ketiga,” jelas Manager Proyek PLTU Bima, M Dahlan Djamaluddin, yang juga membawahi PLTU Jeranjang, Lombok ini.

Untuk pembangunan pembangkit milik PT PLN ini, dimenangkan oleh konsorsium tiga perusahaan yang tergabung pada PT Modako, PT Kelsri dan PT Angkasa Buana. Dari tiga perusahaan yang bermarkas di Jakarta ini, hanyalah PT Modako yang masih eksis, dua lainnya, nampak kurang bergairah lagi.

Akibat kekurangan dana tersebut, pembangunan pembangkit berkapasitas 2 X 10 MW ini terseok-seok. Dirut PT PLN, Dahlan Iskan harus mendorong percepatan pembangunan proyek ini dengan mengucurkan dana dari koceknya sendiri.

Proyek ini nantinya akan mendukung pasokan listrik bagi Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Proyek ini nantinya akan diperkuat oleh dua mesin pembangkit masing-masing unit I dan Unit II.

Hanya saja yang terlihat progres pembangunannya adalah unit I. Sedangkan Unit II akan dimulai tahun 2012 mendatang. (uba)

 

Disadur dari Koran Lombok Post, Senin 17 Oktober 2011