Profil Unit

Pada tanggal 27 Oktober 1945, secara resmi terbentuklah PT. PLN (Persero) yang ditugasi mengelola sektor ketenagalistrikan di seluruh Wilayah Indonesia. Dalam menjalankan usahanya, PT. PLN (Persero) ditopang oleh beberapa unit bisnis yang salah satu diantaranya adalah PLN Wilayah XI dengan Wilayah Kerja meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Seiring dengan lahirnya kebijakan Pemerintah tentang otonomi daerah dan restrukturisasi sektor ketenagalistrikan pada tahun 1998, maka PT. PLN (Persero) melakukan restrukturisasi organisasi dalam bentuk pembentukan wilayah / unit bisnis baru.

PLN Wilayah XI merupakan salah satu unit bisnis dengan wilayah kerja yang sangat luas sehingga dipandang perlu untuk melakukan pengembangan organisasi terhadap unit bisnis ini.

Langkah-langkah persiapan pemekaran pun mulai dilakukan, tepatnya pada tanggal 20 Februari 2001 terbitlah Surat Keputusan Direksi nomor 032.K/010/Dir/2001 yang menetapkan terbentuknya PT. PLN (Persero) Wilayah Usaha Nusa Tenggara Timur.

Pada saat itu, PLN Wilayah Usaha Nusa Tenggara Timur masih menginduk ke PLN Wilayah XI. Masa itu merupakan masa persiapan dan cikal bakal terbentuknya PT. PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur. Berkat komitmen, usaha dan kerja keras seluruh pegawai yang tak kenal lelah, masa-masa persiapan itupun dapat dilalui dengan baik.

Akhirnya, pada tanggal 25 Juni 2002 berdasarkan Surat Keputusan Direksi nomor 087.K/010/Dir/2002, PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur resmi terbentuk dengan status sebagai Unit Bisnis PT PLN (Persero) yang mempunyai wilayah kerja di seluruh Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Pada awal terbentuknya, PT. PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki dua Unit Cabang, yaitu Cabang Kupang dengan 8 Unit ranting dan 86 Unit Sub Ranting,  serta Cabang Ende dengan 4 Unit Ranting dan 56 Unit Sub Ranting.

Dalam perkembangannya telah terjadi perubahan status 4 (empat) unit sub ranting menjadi ranting, yaitu Labuan Bajo, Lembata dan Adonara di Cabang Ende dan Rote Ndao di Unit Cabang Kupang. Selain itu, PLTD Tenau dan Kuanino di PLN Cabang Kupang berubah status menjadi Pusat Listrik Tenaga Diesel Kupang dan PLTD Mautapaga Cabang Ende menjadi Pusat Listrik Tenaga Diesel Ende.

Pada tanggal 16 April 2004, Ranting Waingapu dan Ranting Waikabubak yang sebelumnya menjadi bagian dari unit PLN Cabang Kupang secara resmi berdiri sebagai PT. PLN (Persero) Cabang Sumba melalui Keputuan Direksi PT. PLN (Persero) No. 047.K.01/DIR/2004.

Pada tanggal 23 September 2005, terbentuklah PT PLN (Persero) Cabang Flores Bagian Timur melalui SK Direksi Nomor 213.K/DIR/2005

Pada tanggal 22 Desember 2009, terbentuklah PT PLN (Persero) Rayon Kupang melalui SK General Manajer Nomor 158.K/482/GM.W.NTT/2009 yang dimaksudkan agar PLN Kupang menuju Pelayanan Prima

Dengan Proyek Pembangunan Pembangkit skala kecil tahap pertama 10.000MW dari PLN Pusat maka telah dibangun 3 PLTU di wilayah PLN NTT, yakni PLTU Ropa, PLTU Bolok, dan PLTU Atapupu. Dimana PLTU Bolok dan Atapupu sedang dalam proses pembangunan, sedangkan PLTU Ropa sudah menjadi Pusat Listrik dibawah PLN Cabang FBB melalui SK Direksi Nomor 354.K/DIR/2010 pada tanggal 23 Juni 2010.

Dengan Pembangunan PLTU Bolok, dan PLTU Atapupu, maka dibentuk Sektor Pembangkitan Timor sesuai SK 656.K/DIR/2010 pada tanggal 28 Desember 2010 yang akan membawahi 2 PLTU tadi dan Pusat Lisrik Kupang serta Pusat Listrik Atambua yang dibentuk pada tanggal 16 Juni 2011 dengan SK 1016.K/DIR/2011

Surat Keputusan Direksi No. 1221.K/DIR/2011 Perihal Proyek Debirokratisasi yang dicanangkan oleh PLN Pusat dimana PLN NTT menjadi salah satu Pilot Project yaitu Cabang Kupang, maka dibentuk 3 Unit Pelayanan yaitu Unit Layanan Kupang (SK No.1353.K/DIR/2011), Unit Layanan So’e (SK No.1351.K/DIR/2011), dan Unit Layanan Atambua (SK No.1352.K/DIR/2011) dan disertai perubahan Cabang menjadi Area yaitu Area Flores Bagian Barat (SK No. 1196.K/DIR/2011), Area Flores Bagian Timur (SK No. 1200.K/DIR/2011), dan Area Sumba (SK No. 1212.K/DIR/2011)

Setelah Unit Layanan sudah 3 (tiga) bulan berjalan, terbit Surat Keputusan Direksi yang menggabungkan kembali ketiga Unit Layanan yang telah terbentuk menjadi Area Kupang (SK No. 083.K/DIR/2012 )

Dengan demikian PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur kini telah ditopang oleh 1 Unit Sektor Pembangkitan, 4 Unit Area dan 16 Unit Rayon, serta 6 Pusat Listrik,. Kesemuanya itu adalah perwujudan tekad untuk semakin memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggannya.

Berbagai hambatan telah terlewati, sederet prestasi mampu diraih, kesemuanya sungguh bukanlah akhir tetapi awal yang harus memotivasi kita menghasilkan karya-karya yang lebih berharga demi PLN tercinta.