GI/GIS Baru, Perlu Outsourcing?

cvr-gibaru GIS Bandara-pln - Copy
Pertanyaan tersebut muncul saat menjawab pertanyaan pengurus DPC SP PLN P3B JB APP Bandung Ahadiyat pada Coffe Morning dengan GM PLN P3B JB E. Haryadi, Rabu (21/8/2013) di Kantor Ex. Region Jawa Barat.
Ahadiat menyampaikan sistem kerja shift yang berlangsung di Gardu Induk (GI/GIS) dikaitkan dengan sistem absensi yang berlaku di PLN P3B Jawa Bali.   Selain itu, dirinya juga menanyakan masalah outsourcing petugas di GI/GIS yang dianggap, tugas tersebut merupakan corebussiness PLN.
 
Menanggapi hal tersebut, Haryadi menyatakan, menyangkut jam kerja petugas shift dengan sistem absensi yang ada berjanji akan melakukan pembahasan lebih lanjut dan akan menyampaikannya dengan PLN Pusat.
 
Semntara itu, terkait dengan permasalahan antara corebussiness dengan non corebussiness.  Banyak perusahaan (global) yang sudah mengalihdayakan pekerjaan utamanya kepada outsorcing. 

 Dirinya mengambil contoh, bagaimana perusahaan pengantar logistik di negeri paman sam mengalihdayakan pekerjaan utama kepada pihak ketiga.  Yaitu bidang pengiriman. 

 Perusahaan tersebut berpendapat, jelas Haryadi,  melakukan strategi tersebut mengingat pekerjaan tersebut, walaupun menjadi corebussiness perusahaan dapat  dilihkan.  Sedangkan yang tidak dan mempnuyai jenjang karir tetap dipertahankan.

 “Jadi kita tidak perlu membedakan antara corebussiness dengan non corebussiness.  Yang diperlukan adalah, apakah pekerjaan tersebut mempunyau jenjang karir yang jelas atau tidak.  Jika tidak, walau pekerjaan corebussiness, ya tetap dilimpahkan kepada outsourcing.” Jelas Haryadi.

 Hal senada disampaikan Manajer  Manajemen Aset Sumaryadi.  Dirinya berbagi pengalaman bagaimana melakukan strategi dalam pengelolaan gardu induk. 

 “Mengingat keterbatasan SDM dan pendanaan di unitnya.  Mau tidak mau harus menerapkna sistem outsourcing dalam pengelolaan Gardu Induk.  Yang terpenting adalah yang bekerja memiliki komtensi yang sesuai dengan kebutuhan.” Jelas Sumaryadi yang sebelumnya ditugaskan disalah satu unit di Kalimantan.

 Dirinya hanya menempatkan serang supervisor gardu induk dan seorang petugas Jaringan dan GI (Jargi) untuk menjada dan mengoperasikan GI/GIS.  “Hasilnya Gardu Induk tetap berjalan dengan baik.”
 
Sumaryadi menambahkan,  PLN P3B JB hanya perlu melakukan pengkajian kembali seputar pengelolaan GI/GIS.  “Mengingat sumber daya SDM dan dana yang dimiliki.” Tambah mantan Deputi manajer Bidang Teknik Transmisi Kantor Induk kala itu.
 
Terkait kebutuhan SDM Jargi, Manajer SDMU Sri Wiratmo menyampaikan akan melakukan rekrutment tingkat SLTA.  “Silakan bagi karyawan dan pensiunan yang mempunyai putra yang memenuhi syarat untuk bergabung dengan PLN P3B JB.”  Tutup Wiratmo. (giri3ono/foto:ismansyah)