Magang Jepang dengan PLN Pusdiklat

 

Pekerja asing mau magang, belajar dan menimba pengalaman bekerja di lingkungan kerja PLN Pusdiklat. Dua pemuda pekerja itu berasal dari Jepang, Katsufumi Tanaka dari Kyushu Electric Power dan Kohei Soga dari Hitachi. Mereka akan magang di PLN Pusdiklat khususnya pada bidang pembangkit thermal selama empat bulan. Suharto, Kapusdiklat, menyatakan, minat mereka belajar dan bersedia magang kerja di unit PLN Pusdiklat merupakan bentuk pengakuan pihak asing atas eksistensi PLN Pusdiklat yang dinilai akan bisa memberikan nilai tambah. “Selama empat bulan disini mereka akan kita berikan training-training dalam kelas internasional, misalnya untuk pembangkitan, mereka akan mengikuti training di Udiklat Suralaya.” Ujar Suharto, usai penyambutan resmi mereka di Kantor Pusdiklat, Ragunan, Kamis (6/9). Lebih jauh dikatakan dalam kesehariannya mereka akan berada di Pusdiklat, bekerja bersama staf lain untuk mengembangkan materi maupun program-program lain yang ada di Pusdiklat. Dijelaskan oleh Suharto bahwa kerjasama seperti pertukaran pemuda pekerja ini sebenarnya sudah berlangsung sebelumnya, diawali dengan kerjasama antara Indonesia dengan pihak Jepang yang difasilitasi JEPIC. Setiap tahun diselenggarakan dua program kegiatan, “Satu diselenggarakan di Indonesia, yang difasilitasi PLN Pusdiklat, satu lagi orang kita mengikuti program training di Jepang,” Kata Suharto. Selain itu, jelas Suharto lebih lanjut, ada program lain dalam bekerjasama dengan Jepang. Bersama salahsatu pusat pelatihan, Training Center yang ada di Jepang, PLN Pusdiklat mengadakan kerjasama membentuk forum instruktur. Para instruktur yang ada di Pusdiklat dengan instruktur mereka saling berbagi pengalaman dalam pengembangan diklat. “Ini dilaksanakan sekali di Indonesia, sekali di Jepang. Kebetulan yang di Indonesia sudah dilaksanakan beberapa bulan lalu,” Ujar Suharto. Dan baginya, “Sekjali lagi, ini adalah bentuk pengakuan lembaga training yang ada di Jepang terhadap lembaga training di Indonesia, yaitu Pusdiklat.” Kata Suharto. Toto, Manajer Senior Pengembangan Diklat Profesi, menjelaskan kehadiran dua pemuda dari negeri Sakura itu sebagai bagian dari Program pertukaran pemuda yang diselenggarakan oleh the Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Jepang. Program ini dimaksudkan untuk pengembangan pengetahuan dan kemampuan kalangan muda dan mahasiswa Jepang dalam bidangnya, serta mempererat kerjasama dengan negara-negara berkembang. Sementara keuntungan bagi pihak PLN, menurut Toto, dari hasil interaksi, diskusi dan kajian-kajian mereka selama magang dapat memperkaya informasi. Selain itu, akan semakin mempererat hubungan PLN dengan koleganya di Jepang yang selama ini telah terjalin dengan baik. Katshufumi Tanaka menyatakan bahwa keikutsertaannya dalam program ini secara umum ingin mendapat pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana Indonesia dan perbedaan-perbedaannya dalam penanganan pembangkitan maupun transmisi yang dilakukan oleh Jepang dan Indonesia. Dan untuk memperoleh hasil yang maksimal selama mengikuti program ini, Kohei Soga menyempatkan diri belajar bahasa Indonesia. Dikatakannya, sejauh ini dia telah mendapatkan dua surprise. Pertama, saat menginjakkan pertama kali kakinya di Jakarta, ia begitu surprise menyaksikan kemacetan lalulintas Jakarta. Surprise kedua, dia tak menyangka diperlakukan sedemikian baik oleh PLN. (yus)