AWARENESS PLN BERSIH DAN AWARENESS MALCOLM BALDRIDGE

Dua buah roll up banner dan sebuah backdrop besar terpasang di dalam ruang serbaguna PLN Puslitbang, rupanya pada hari itu Senin tanggal 18 Maret 2013 seluruh pegawai di lingkungan PLN Puslitbang sedang menyelenggarakan acara awareness malcolm baldridge dan awareness PLN bersih.

awareness

PLN Bersih, kenapa penting?

PLN dengan jumlah pegawai dan outsourching yang mencapai puluhan ribu serta aset mencapai sekitar 500 triliun menunjukan PLN sebuah BUMN yang sangat besar dan potensial sehingga perlu dikelola dengan baik dan profesional, karena dengan potensi sebesar itu sangat rawan dengan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan perlu dilakukan tindakan pencegahan.

Salah satu langkah yang dilakukan PLN guna mencegah terjadinya KKN adalah dideklarasikannya PLN BERSIH, dengan berpijak pada budaya organisasi unggul melalui 3 (tiga) pilar utama, yaitu :

  1. High Performance Culture (HPC), yang bertumpu pada pelayanan dan bukan dilayani
  2. Synergizing in Business and Values (SBV), ingin membanguan PLN menjadi menjadi kawasan bebas korupsi (WBK), yang ditargetkan pada tahun 2015
  3. Business Acumen (BAC), harus pandai-pandai mengelola aset

Dalam deklarasi tersebut juga dilakukan penandatanganan pada sebuah roll banner oleh seluruh pegawai PLN Puslitbang yang diawali oleh top manajemen dan jajaran pejabat pengadaan.

Sebagai bukti keseriusan PLN agar bebas dari KKN, PLN sudah bekerjasama dengan TII (Tranparency International Indonesia).

Dalam kesempatan yang sama, KAPUSLITBANG juga menyampaikan bahwa PLN Puslitbang telah menyelenggarakan malcolm baldridge yang ketiga kalinya, yaitu pada tahun 2009, 2011 dan 2013.

Malcolm baldridge adalah kriteria kinerja suatu perusahaan atau tempat mengukur kinerja suatu perusahaan, sehingga menjadi sangat penting untuk menunjukan bahwa kita dapat bekerja dengan kinerja yang bagus.

Target yang ingin dicapai oleh PLN Puslitbang adalah mendapat skor 476 (good performance) dari posisi semula yang baru mencapai 369 (early results) sehingga untuk mencapai target tersebut perlu peran serta seluruh pegawai dan juga outsourching.

Adapun TIM hanya mendokumentasikan, sedangkan untuk menjalankan program malcolm baldridge menjadi tanggung jawab semua pegawai.