Kajian Teknis-Ekonomis Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut Di Wilayah NTT Dan NTB

No.               : 13.LIT.2011

Penulis       : Muhammad Firmansyah; Buyung Sofiafto Munir; Zamrisyaf; Hari Indrawan

Abstrak      :

Teknologi pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL) yang berkembang saat ini dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu : tipe terapung atau tipe pancang. Kedua teknologi ini memiliki kelebihan masing-masing yang bergantung dari kapasitas dan lokasinya. Hasil pengukuran dan simulasi potensi energi arus laut di wilayah NTT dan NTB cukup menjanjikan. Dari 10 selat yang disimulasikan, memiliki potensi yang berkisar antara 10 – 300 MW di setiap selatnya.

 

Sifat arus laut yang dapat diprediksi dengan tepat, memudahkan pengaturan neraca daya pada sistem, namun kondisinya yang berubah tetap membutuhkan pembangkit lain seperti PLTD. Untuk menambah kemudahan pengaturan daya dapat ditambahkan penyimpan energi seperti batere yang dapat digunakan untuk menampung kelebihan produksi energi. Biaya energi dari PLTAL diperkirakan bervariasi antara 14,55 cent$ hingga 29,54 cent$ per kWh, dengan faktor yang paling dominan mempengaruhi adalah tingkat suku bunga, inflasi dan produksi energi.