PLN Luncurkan Call Center 123

PENGADUAN CALO LISTRIK

RIAU POS – 12/09/2011 – Hal.5

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali menabuh genderang perang terhadap praktek calo listrik. Setelah program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GraSSS), kini PLN meluncurkan call center 123.

Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN Bambang Dwiyanto mengatakan, peluncuran call center melalui nomor telephon 123 dimaksudkan untuk mempermudah akses bagi masyarakat yang ingin mendapat pelayanan dibidang kelistrikan. ” Dulu, call center 123 sekedar melayani informasi lain, namun kini bisa menjadi loket pelayanan pasang baru (PB), perubahan daya (PD) dan penyambungan sementara (PS), ” ujarnya, Ahad (11/9).

Menurut Bambang, seluruh unit PLN yang ada di wilayah Jawa Bali sudah siap melayani permintaan pasang baru, perubahan daya, maupun penyambungan sementara melalui call center 123.

Bambang menyebut, calon pelanggan ataupun pelanggan yang ingin minta sambungan listrik, minta perubahan daya (naik atau turun), maupun minta sambungan sementara untuk keperluan temporer sepeti pesta tidak perlu lagi datang ke PLN, ” cukup menghubungi call center PLN melalui nomor telephon 123 dan pembayaran biaya administrasi (biaya penyambungan) dilakukan melalui ATM Bank terdekat. Selanjutnya PLN yang akan mengurus semuanya, ” terangnya.

Menurut Bambang, pelayanan via telephon ini dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan listrik. ” Juga untuk memberantas praktik percaloan dan pungutan-pungutan liar dalam pelayanan listrik, ” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Bambang, masyarakat tidak perlu lagi datang ke Kantor PLN untuk meminta layanan, sehingga terbebas dari ulah para calo yang menawarkan layanan ke masyarakat yang ingin mengurus listrik, ” sehingga, biaya yang dikenakan juga standar dan tidak ada tambahan biaya apapun, jelasnya.

Sebelumnya, untuk memberantas praktik percaloan, PLN juga melakukan aksi jemput bola melalui program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GraSSS). Melalui gerakan ini, petugas PLN datang langsung ke rumah-rumah masyarakat yang ingin mendapatkan sambungan listrik, sehingga menutup peluang beraksinya calo yang sering dikeluhkan masyarakat karena meminta pungutan hingga jutaan rupiah. (izl)