Pembangunan PLTU Tenayan Bisa Dilanjutkan

SENGKETA LAHAN TUNTAS

METRO RIAU – 04/01/2012 – Hal.10

PEKANBARU - Setelah sempat terhenti karena adanya gugatan warga, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 100 MW di kawasan lahan milik Pemko Pekanbaru di kawasan Industri Tenayan Raya (KIT), Kecamatan Tenayan Raya, akhirnya bisa dilanjutkan.

Kepastian dilanjutkanya proyek pembangkit listrik berkapasitas besar pertama di Pekanbaru diungkapkan Asisten I Pemerintahan dan Kesra Pemko Pekanbaru, HR Dorman Djohan, kepada Metro Riau, ” Selasa (3/1). Dikatakannya, kelanjutan proyek pembangkit bisa dilanjutkan setelah sengketa lahan antara warga dan Pemko menemui kata sepakat.

” Sekarang sudah tidak disengketakan lagi, sudah selesai. Pembangunan yang sempat terhambat kemarin sudah bisa dilanjutkan kembali oleh PLN, ” jelas mantan Plt Sekdako Pekanbaru ini.

Dijelaskan Dorman, kesepakatan itu tercapai setelah Pemko Pekanbaru menurunkan tim yang terdiri dari sejumlah satuan kerja (satker) terkait dan Camat setempat untuk melakukan sosialisasi dan perundingan dengan sejumlah warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan tersebut.

Sementara itu, Kepala Bagian Perlengkapan Pemko Pekanbaru, Heri Mufti, menyebutkan, meski pembangunan PLTU Tenayan Raya sudah bisa dilanjutkan kembali, namun hingga saat ini Pemko Pekanbaru belum juga menerima ganti rugi lahan PLTU yang dijanjikan PLN sebesar Rp 40 juta.

Bahkan, Pemko Pekanbaru juga mengaku belum menerima penjelasan pasti dari General Manajer (GM) PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau. terkait kapan akan dilakukannya pembayaran ganti rugi lahan tersebut.

” Belum dibayarkan, hingga saat ini kita masih menunggu keputusan dari GM PLN yang kabarnya saat ini masih di Medan. Jadi kita tidak bisa pastikan kapan akan dibayar karena kita belum menerima laporan dari PLN sendiri, kita tunggu saja, ” tukasnya.  *