Tarif Listrik Naik Mulai Mei

DIREALISASIKAN TAK BERBARENGAN DENGAN KENAIKAN BBM

TRIBUN PEKANBARU – 07/03/2012 – Hal.8

JAKARTA – Tak hanya tarif bahan bakar minyak (BBM) yang akan naik  dengan asumsi kenaikan Rp 1.500 per liter, Pemerintah juga merencanakan kenaikan tarif dasar listrik secara bertahap sebesar 10 persen mulai mei 2012.

Menteri Energi dan Sumber daya Mineral Jero Wacik menyampaikan hal tersebut di Jakarta Selasa (6/3). Dia menyebutkan sesuai RAPBN Perubahan 2012, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tidak dilakukan bersamaan dengan harga bahan bakar minyak bersubsidi. ” Kalau kenaikan  harga BBM bersubsidi diputuskan April 2012, maka TDL dilakukan Mei 2012, ” katanya.

Menurutnya RAPBN perubahan 2012 juga menyebutkan kenaikan TDL dilakukan secara bertahap setiap tiga bulan sekali.

Namun Jero  mengaku tidak mengetahui persis besaran kenaikan TDL per tahapnya.

Sebelumnya, pemerintah merencanakan kenaikan TDL sebesar 10 persen mulai 1 April 2012, bersamaan dengan kenaikan harga BBM sebesar Rp 1.500 per liter.

Namun, dalam RAPBN perubahan 2012, pemerintah mengajukan kenaikan TDL pada Mei 2012.

Kenaikan TDL 10 persen akan mengurangi subsidi listrik tahun 2012 sebesar Rp 8,9 triliun.

Dengan kenaikan rata-rata sebesar 10 persen, maka TDL akan meningkat dari Rp 729 menjadi Rp 796 per Kwh.

Kenaikan BBM

Pemerintah sendiri melalui rapat paripurna DPR kemaren telah menyerahkan usulan kenaikan harga BBM dalam penyampaian pengantar rancangan APBN- perubahan 2012 kepada DPR.

Usulan kenaikan ini adalah pengerucutan dua opsi yang sampai dipaparkan pemerintah melalui kementerian ESDM kepada Komisi VII DPR. Yakni dua opsi terkait pengurangan besaran subsidi penjualan bahan bakar minyak per liter. Salah satunya adalah kenaikan harga jual eceran BBM sebesar Rp 1.500 per liter. ” Opsi pertama, kenaikan harga jual eceran premium dan solar sebesar Rp 1.500 per liter. Jadi naik Rp 1.500 menjadi Rp 6.000 , ” ujar Jero Wacik.

Opsi kedua adalah pemerintah tetap memberikan subsidi kepada harga eceran BBM dengan maksimal Rp 2.000 per liter untuk BBM jenis premium dan solar. Dengan Opsi kedua ini maka berapapun harga minyak mentah dunia, harga eceran BBM akan tetap  dapat subsidi. Maksudnya, kata Jero, pemerintah tidak akan kesulitan menghadapi fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Wakil ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, semua opsi tersebut mengacu pada isi undang-undang No 22 thaun 2011 tentang APBN 2012 yang mengamanatkan kepada pemerintah agar melakukan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi per 1 April 2012. secara rinci, pasal 7 ayat (4) UU APBN 2012 menyebutkan pembatasan konsumsi premium dan dilakukan untuk kenderaan roda empat pribadi di Jawa-Bali.

Dengan demikian, jelas dan tegas yang harus dilakukan pemerintah, berdasar UU APBN 2012 adalah melakukan pembatasan konsumsi BBM subsidi untuk subsidi untuk Jawa-Bali. Sesuai kebijakan tersebut mobil dinas, mobil pribadi dan taksi eksklusif memakai BBM non- subsidi, sedangkan angkutan umum termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan plat kuning, roda dua dan tiga serta mobil pelayanan umum seperti mobil pemadam kebakaran.

Namun, dalam perjalanan, tafsir dan usul atas amanat pembatasan konsumsi BBM subsidi memunculkan berbagai opsi yang justru missleading dan tidak jelas arahnya. Dan itu membuat rakyat bingung. ” ironisnya sikap membuat bingung ini justru muncul dari pemerintah sendiri, ” serunya. (fin/ant/mal)