BERITA TERKINI – 30/04/2012 – Hal.5
PASIRPANGARAIAN - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu, telah berhasil melakukan ujicoba generator baru Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Desa Tanjung Belit, Kecamatan Rambah, berkapasitas 4 MW, Kamis (26/4).
Dikatakan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (DPE) Rohul Bisman, ujicoba pihak PT PLN di PLTD Tanjung Belit berlangsung sukses, tidak menemui kendala. Dimana telah berhasil mengkoneksikan dengan PLTD Sungai Kuning, Kecamatan Rambah Samo.
Beroperasinya PLTD Tanjung Belit secara perlahan persoalan krisis listrik di Rohul akan bisa teratasi, ini berkat kerja sama apik dengan PT PLN, ” kata Bisman di Pasirpangaraian kepada Wartawan.
Waktu dekat ini, katanya, PLTD berkapasitas 7 MW itu akan segera dioperasikan. Setelah berhasil diujicoba dalam tempo 3 x 24 jam, untuk mengetahui bekerjanya sistem mesin pembangkit sebelum dioperasikan dan dialirkan ke rumah para pelanggan.
Bisman berharap, beroperasinya PLTD Tanjung Belit dapat menutupi rasio elektrisitas yang sekarang baru sekitar 38 persen. Dari 5 generator, PLTD itu menghasilkan 4 MW daya listrik, sedangkan 2 generator lainnya baru akan tiba di Pasirpangaraian Juli 2012 mendatang.
Selain PLTD Tanjung Belit, Bisman mengaku Pemkab Rohul telah mengajukan anggaran senilai Rp 50 miliar pada APBN 2013 untuk merealisasikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Limbah Kelapa Sawit. Jika pengajuan itu disetujui, menurutnya setidaknya Rohul akan mendapat tambahan daya 2 MW.
Krisis listrik di Rohul, katanya akibat kurangnya pasokan daya listrik. Setelah gagal masuk dalam daerah perencanaan krisis listrik Nasional. Berbagai langkah terobosan dilakukan guna mengatasi krisis, namun saat ini Rohul baru mampu sediakan daya listrik sekitar 27 MW, yakni pasokan dari PLTA Koto Panjang dan Muara Takus, serta suplai dari beberapa PLTD.
Wacana Pembangunan Pembangkit listrik Tenaga Limbah, yakni energi listrik dari limbah cair (biogas) dan limbah padat (biomassa) hasil pengolahan di PKS melalui proses dari limbah padat atau cair, hasil pengolahan CPO, keemudian ditransfer ke biogas plant, sehingga menghasilkan daya listrik.
” Kita telah mengajukan proposal pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Limbah Sawit itu kepada Kementerian ESDM melalui APBN 2013. Jika permintaan terealisasi, kita optimis krisis listrik segera teratasi, ” harapnya lagi. better,rtc






