Tambah Daya Online Dinilai Ribet

RIAU POS -05/09/2012 – Hal.36

BEBERAPA Masyarakat yang ingin menambah daya listrik mengeluh. Proses tambah daya untuk rumah mereka melalui akses internet dan registrasi online tidak bisa mereka lakukan. Bahkan saat ditanya kendala apa yang mereka hadapi, banyak yang tidak tahu pasti.

     Hal ini seperti diceritakan Eko (28), warga Panam. Eko mengatakan beberapa kali membuka website PLN yaitu www.pln.co.id namun tidak berhasil registrasi online, Selasa (4/9).

   ” Tidak tahu apa masalahnya, tapi dialog yang keluar dari data masih kurang lengkap, padahal saya sudah mengisi semua data, ” kata Eko.

     Dijelaskan Eko juga bahwa dia tidak berhasil melakukan registrasi online untuk tambah daya tersebut karena setelah beberapa lama tidak berhasil. Dia tidak mengetahui kemana akan melaporkan hal tersebut.

     ” Saya tidak tahu harus bertanya kepada siapa, akhirnya listrik sering jegleg di rumah karena keperluan pemakaian listrik sudah tidak sesuai dengan daya, ” kata Eko.

     Padahal beberapa waktu lalu, Eko sempat mendengar ada program tambah daya gratis, tapi sejak diberlakukannya online tersebut,dia sudah tidak bersemangat lagi. ” Saya sempat dengar ada penambahan daya gratis, lalu saya datang ke PLN, ternyata sudah tutup. Nah sekarang sepertinya urusan tambah daya semakin berbelit, padahal saya akan bayar dan membeli daya listrik, mengapa begitu sulit dan ribet, ” kata Eko.

     Hal yang sama juga dikatakan Hapil (34), warga Pekanbaru yang juga pernah melakukan registrasi online untuk penambahan daya listrik di rumahnya. Menurut Hapil saat dia membuka website www.pln.co.id dia tidak bisa melakukan registrasi karena proses loadingnya tidak berhenti. ” Setiap saya buka, selalu loading lama, ditunggu-tunggu tetap juga tidak mau. Jadi tidak berhasil sampai sekarang, ” kata Hapil.

      Warga Pekanbaru lainnya, Ita (42) yang tinggal di jalan Harapanraya juga mengalami kondisi serupa. Menurut Ita yang baru saja membeli rumah, dia tidak berhasil melakukan tambah daya online karena banyak data yang tidak bisa dilengkapi.

   ” Saya baru beli rumah, lalu mau nambah daya dari 2.200 ke 6.600, tapi waktu online saya diminta melengkapi data dengan pemilik rumah awal, padahal saya sudah beli dari tanggan ke berapa, jadi sulit prosesnyas, ” kata Ita.

     Saat Riau Pos mengemukakan kondidi yang dialami oleh pelanggan PLN tersebut, Deputy Manager Bidang Humas dan Komunikasi PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Sarno mengarahkan agar warga untuk datang ke kantor Rayon PLN masing-masing pelanggan. ” Tanya ke Manager Rayon saja, ” kata Sarno.

     Saat manager Rayon Timur, Eko dihubungi, menurut Eko bisa saja kondisi tidak berhasilnya registrasi tersebut karena tagihan terakhir belum dibayar. Selain itu, bisa juga karena memang ada data yang tidak lengkap seperti nomor KTP pelanggan PLN yang tidak diisikan ke dalam data pelanggan yang ingin menambah daya, Namun pihak PLN tidak menjawab kemana masyarakat yang ingin menambah daya mengadu untuk melaporkan kegagalan registrasi online tambah daya.

   ” Bisa saja registrasinya gagal karena tigihan terakhir masih belum dibayarkan, atau data yang diisikan di registrasi online masih kurang, ” kata Eko.  (nto)