Tegangan Listrik Turun Naik

HALUAN RIAU-1/3/2013.Hal 12

RENGAT- Kini tidak ada lagi pemadaman listrik secara mendadak, namun ada masalah lain yang muncul, yakni tegangan listrik turun naik. Bahkan tidak sampai 220 volt. Hal ini dapat menjadi penyebab rusaknya sejumlah peralatan elektronik warga.

“Jika tegangan listrik turun, dapat merusak sejumlah alat elektronik, terutama bola lampu sering putus,” kata warga Rengat, Anto (32) yang juga pemilik toko elektronika  di Rengat, kepada Haluan Riau, Kamis (28/2).

Dikatakannya, awalnya dia curiga melihat cahaya lampu yang redup, tidak lama setelah itu, bola lampu tersebut tidak menyala karena rusak. Bahkan salah saatu lemari es miliknya juga rusak.

Penasaran dengan  kejadian ini, dia mengambil alai pengukur tegangan listrik, setelah alat itu disambungkan ke stop kontak, di ketahuilah tegangan listrik tidak sampai 220 volt, dan menunjukan angka 180 volt.

“Ini masih mendingan tegangan sudah mulai naik, beberapa minggu lalu, tegangan listrik hanya 150 volt,”ujarnya sambil menunjukan ke arah alat pengukur tegangan listrik tersebut.

Untuk nmengantisipasi kerusakan-kerusakan barang elektronik lain, terpaksa dirumahnya dipasang alat untuk menstabilkan tegangan listrik atau sejenis strafo step up yang lazim disebut stavol, namun tiadak semua masyarakat yang mengerti tentang kegunaan dan fungsi alat ini.

Kondisi serupa juga terjadi disejumlah titik lain nya di kota Rengat, sebagai bukti, sejak beberapa minggu belakangan ini, jumlah warga yang membeli bola lampu serta memperbaiki peralatan elektronika.

Sementara itu, warga Rengat lainnya, Reza (33) kepada Haluan Riau mengatakan, sejak sebulan ini sudah dua unit pendingian ruang atau AC di rumahnya rusak.

Menurut penjelasan montir service AC ini, kerusakan terjadi pada salah satu kompenen yang bernama kapasitor. Di mana, kompenen tersebut berfungsi sebagai penstabil dan kapasitor ini akan rusak atau terbakar jika pasokan arus listrik berkurang atau berlebih.

“Jadi jelas di sini penyebab kerusakan AC karena tegangan listrik PLN yang tidak stabil, kadang naik dan kadang turun,” ujarnya mengeluh.

Manger PLN Cabang Rengat, Roebady kepada Haluan Riau, Kamis (28/2) mengatakan, pihaknya belum menerima laporan dari menager areal Rengat terkait keluhan masyarakat terhadap menurunnya tegengan listrik di kota Rengat dan sekitar.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan PLN Rayon Rengat Kota untuk mengetahui penyebab menurunnya tegangan listrik tersebut. (rez)