Tarif Listrik Picu Inflasi Pekanbaru dan Dumai

RIAU PESISIR-4/3/2013.Hal 8

PEKANBARU- Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau Mawardi Arsyad menyatakan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) pada awal tahun ini ikut memicu  inflasi di Kota Pekanbaru dan Dumai untuk Februari.

“Kenaikan TTL menjadi salah satu penyumbang utama terjadinya inflasi selain kenaikan harga komoditas lainnya,”kata Mawardi di Pekanbaru, Jumat.

Pada Februari, Kota Pekanbaru dan Dumai masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,56 dan 0,41 persen. Kenaikan tarif listrik menjadi penyumbang inflasi terbesar ke dua di Pekanbaru sebesar 0,09 persen. Sedangkan, tarif listrik menjadi penyumbang  inflasi terbesar di Kota Dumai 0,07 persen.

Selain itu, inflasi di Pekanbaru juga terjadi karena adanya peningkatan indeks harga pada beberapa komoditas penyumbang  inflasi terbesar  di Pekanbaru antara lain ikan serai, bawang merah, cabe merah, ikan tomgkol , gulai, bawang putih, rokok kretek filter dan kenaikan harga mobil.

“Beberapa komoditas lainnya jusrtu mengalami penurunan  haraga seperti daging ayam ras, batu bata, emas perhiasan, telur ayam ras, ikan baung asap, kangkung, dan ikan selais asap,” katanya.

Ia mengatakan laju inflasi kelender di Kota Pekanbaru 2,57 persen, sedangkan inflasi year on year mencapai 5,28 persen. Kemudian, inflasi  kelender Dumai mencapai 1,70 persen dan inflasi ” year on year” mencapai 5,14 persen.

Inflasi Pekanbaru  dan Dumai masing-masing menduduki urutan ke 10 dan 13 se-Sumatra dari 16 Kota yang menghitung  indeks harga konsumen. Sedangkan, dari 66 kota di Indonesia, Pekanbaru pada urutan 45 dan Dumai 52.(ant)