LPB Wajib Bagi Pegawai WS2JB

Seorang pejalan kaki yang akan membeli obat penumbuh kumis dan jambang yang dijual pedagang kaki lima mengurungkan niatnya, karena dia melihat si pedagang wajahnya klimis alias tak mempunyai kumis dan jambang.

GM WS2JB I Gusti Agung Suteja didampingi Manajer Rayon Rivai Poltak Samosir mencoba pengisian token

Cerita di atas bukan joke atau humor, tetapi pernah dilakukan teman penulis, karena dia tidak begitu yakin keampuhan obat tersebut karena tidak melihat contoh dari wajah si pemasar atau pedagang sendiri. Jika dianalogikan dengan masihs eretnya pemasaran Listrik Prabayar (LPB) di WS2JB, mungkin pelanggan/calon pelanggan LPB di WS2JB melihat pemasarnya (pegawai dan mitra kerja) PLN saja banyak yang belum memakai LPB. Jadi meskipun gembar-gembor memakai LPB menguntungkan akan sulit bila yang memasarkan tidak memakai terlebih dahulu.

Dari data realisasi pemakaian LPB di PLN WS2JB yang disampaikan Manajer Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan, Aris Sumartono, sampai akhir September baru mencapai 2.491 pelanggan dari total 1.775.026 pelanggan WS2JB. Pencapaian tersebut menjadikan PLN WS2JB berada di posisi 20 dari seluruh unit PLN pelayanan (wilayah dan distribusi) se-Indonesia, hanya unggul dari PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara yang menempati urutan 21 atau posisi buncit dengan 1.100 pelanggan.

“PLN WS2JB diberi target mempunyai 12.000 pelanggan LPB. Untuk mencapai target, dimulai dari internal di mana semua Karyawan PLN WS2JB harus melakukan migrasi ke LPB. Kita akan lakukan mulai dari Palembang dilanjutkan keempat Cabang lainnya,” terang Aris saat acara sosialisasi tentang LPB yang diikuti pegawai dan outsourcing PLN WS2JB, Jum’at (23/9).

Manajer Cabang Palembang Sudarto Yatiman, menilai masih rendahnya pelanggan migrasi ke LPB karena masih kurangnya sosialisasi. “Untuk Cabang Palembang saja baru sekitar 83 pelanggan yang bermigrasi ke LPB itupun semuanya pegawai PLN, yaitu Rayon Rivai 23 orang, Rayon Kenten 46, Rayon Sukarame 10, dan Rayon Ampera 5orang,” terang Sudarto.

Untuk memudahkan petugas dan pelanggan/calon pelanggan memahami tentang tata cara migrasi sampai pengisian token (pulsa listrik), termasuk keuntungan memakai LPB bagian komunikasi menurut DM Komunikasi dan Bina Lingkungan WS2JB, Selamat DS pun telah membuat buku saku.

“Buku panduan ini lengkap, mulai cara migrasi sampai kepengisian token. Diharapkan dengan adanya buku panduan itu, setiap pegawai dan tenaga outsourcing bisa berbagi informasi dengan lingkungan di sekitarnya mengenai LPB,” ucap Selamat.

Meskipun kecil, tetapi buku saku tersebut memang akan dirasakan manfaatnya. Terutama untuk kalangan internal agar jangan lagi terdengar suara miring seperti terdengar di sela-sela acara sosialisasi beberapa orang nampak asik berbincang mengenai LPB.

“Aku masih ragu dengan listrik pra bayar ini, sebab kalau migrasi ke LPB idak menjamin lampu idak padam,terus kalau lupo beli token, biso padem dewek,” celetuk seseorang.