<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PT PLN (Persero)</title>
	<atom:link href="http://www.pln.co.id/sulselrabar/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pln.co.id/sulselrabar</link>
	<description>Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 Feb 2013 08:12:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Ahmad Ridwan DM Hukum &amp; Humas yang Baru Kunjungi Media</title>
		<link>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=816</link>
		<comments>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=816#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2013 20:54:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulselrabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[humas]]></category>
		<category><![CDATA[redaksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=816</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai pejabat yang baru, DM Hukum dan Humas (dulu Hukum &#38; Komunikasi) yang baru Drs. Ahmad Ridwan MM, MT melakukan kunjungan media ke redaksi harian Fajar, Upeks, Tribun Timur dan beberapa media lainnya yang ada di Makassar pada Senin (04/02). &#8230; <a href="http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=816">Selanjutnya.. <span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai pejabat yang baru, DM Hukum dan Humas (dulu Hukum &amp; Komunikasi) yang baru Drs. Ahmad Ridwan MM, MT melakukan kunjungan media ke redaksi harian Fajar, Upeks, Tribun Timur dan beberapa media lainnya yang ada di Makassar pada Senin (04/02). Kunjungan ke media tersebut merupakan bentuk pendekatan diri dengan media agar kedepannya dapat terjalin komunikasi dan kerjasama yang saling menguntungkan antara PLN dengan media.<br />
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Ridwan yang didampingi DM Hukum dan Komunikasi yang lama Moh. Yamin Loleh, melakukan perkenalan sekaligus silaturahmi dengan jajaran manajemen dan redaksi beberapa harian lokal yang ada di Makassar.<br />
Dalam kunjungan itu, Amin saah seorang redaktur media mengungkapkan rasa bangga dan salut dengan pihak PLN karena selama ini selalu terbuka dengan insan media, dan menjalin hubungan yang harmonis.<br />
Semoga kedepan jalinan kerjasama yang baik akan terus dipertahankan, dan silaturahmi yang tidak terputus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?feed=rss2&#038;p=816</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Progres ERP Telah Mencapai 85%</title>
		<link>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=818</link>
		<comments>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=818#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2013 08:01:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulselrabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[ERP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=818</guid>
		<description><![CDATA[Setelah melalui proses yang telah berjalan selama kurang lebih satu tahun. Kini proyek ERP di PLN Sulselrabar telah memasuki deployment IV yang merupakan deploy terakhir dalam proyek ERP expansion phase III. Pada 14-15 Januari lalu, telah berlangsung kegiatan Key Changes &#8230; <a href="http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=818">Selanjutnya.. <span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah melalui proses yang telah berjalan selama kurang lebih satu tahun. Kini proyek ERP di PLN Sulselrabar telah memasuki deployment IV yang merupakan deploy terakhir dalam proyek ERP expansion phase III.<br />
Pada 14-15 Januari lalu, telah berlangsung kegiatan Key Changes dan User Champion Briefing di PLN Sulselrabar. Kegiatan lainnya yang telah dilaksanakan dalam proses implementasi ERP yaitu MOCK I untuk modul HR, FM dan MM.<br />
Dalam kegiatan tersebut dilakukan proses pembenahan data, pengumpulan data, dan pre sign-off kepada masing-masing tim ERP data migrasi. Untuk modul HR telah dilaksanakan pada 7- 11 Januari, modul MM telah dilaksanakan pada 14-23 Januari, dan modul FM telah dituntaskan pada 28 januari &#8211; 1 Februari 2013.<br />
Sementara itu, manajer keuangan Muh. Ahsan mengungkapkan bahwa saat ini, pencapai program ERP sudah mencapai 85 %, dan lebih cepat dari progress PLN wilayah lainnya di PLN Indonesia Timur.</p>
<p><strong>Berikut ini kegiatan ERP Selama Bulan Januari 2013 :</strong><br />
Mock Data Conversion 1<br />
- Human Resources 7 &#8211; 11 Januari 2013<br />
Mock Data Conversion 1<br />
- Material Management 14 – 18 Januari 2013<br />
Key Changes Briefing (KCB) Dan User Champions Briefing (UCB) 21 – 22 Januari 2013<br />
Mock Data Conversion 1 – Financial Management 28 Jan S/d 01 Feb 2013<br />
Payroll Parallel Run 1 28 Jan S/d 01 Februari 2013</p>
<p><strong>Selanjutnya Dibulan Februari :</strong><br />
End User Training 04 Februari S/d 09 Maret 2013<br />
Mock Data Conversion 2 – Human Resources 04 &#8211; 08 Februari 2013<br />
Mock Data Conversion 2 – Material Management 11 – 15 Februari 2013<br />
Mock Data Conversion 2 – Financial Management 18 &#8211; 22 Februari 2013<br />
Payroll Parallel Run 2 13 – 15 Maret 2013<br />
User Champion Training 13 – 15 Maret 2013<br />
Go Live Briefing &amp; Sosialisasi Ess 18 – 22 Maret 2013<br />
Go Live Support &amp; Month End Closing 01 April 2013 S/d 15 May 2013.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?feed=rss2&#038;p=818</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENGUMUMAN JUARA LOMBA HLN KE-67</title>
		<link>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=795</link>
		<comments>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=795#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2013 09:05:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulselrabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[Disampaikan kepada seluruh peserta (internal &#38; eksternal) lomba Video Clip, lomba Foto, dan lomba Karya Tulis yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar tahun 2012 bahwa para pemenang lomba dalam rangka memeriahkan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-67 sudah diputuskan &#8230; <a href="http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=795">Selanjutnya.. <span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Disampaikan kepada seluruh peserta (internal &amp; eksternal) lomba Video Clip, lomba Foto, dan lomba Karya Tulis yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar tahun 2012 bahwa para pemenang lomba dalam rangka memeriahkan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-67 sudah diputuskan oleh Tim Juri, sehubungan dengan hal tersebut panitia mengundang seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan para pemenang untuk dapat hadir pada :</p>
<p>Hari, Tanggal     : Kamis, 31 Januari 2013<br />
Waktu                   : Pk. 09.00 – Selesai<br />
Acara                     : Diskusi dan Penyerahan Hadiah<br />
Tempat                 : Aula Lt.VI Kantor PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar</p>
<p>Demikian disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.</p>
<p>A.n. Panitia<br />
Bid. Komunikasi PT PLN (Persero) Wil.Sulselrabar<br />
Contact Person :<br />
Juve’ 085242379036<br />
Elni 081244833996<br />
0411-444488 ext.105 </p>
<p><b>LAMPIRAN :</b></p>
<p><b>PENGUMUMAN JUARA LOMBA HLN KE-67 TAHUN 2012</b></p>
<p><b><span style="text-decoration: underline">LOMBA EKSTERNAL</span></b></p>
<ol>
<li>Juara Lomba Video Klip </li>
</ol>
<p><i>Kategori Mahasiswa :</i></p>
<ul>
<li>Juara Video Klip  Eksternal
<ul>
<li>Juara I : Nur Salwiani Gani – UMI (<i>Blackout</i>)</li>
<li>Juara II              : Ashadi – Unhas (<i>PLN Nafas Teknologi</i>)  </li>
<li>Juara  III            : Hendra Budi Usuma – STKIP YPUP (<i>PLN dimata pelanggan</i>)</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><i> Kategori Pelajar :<br />
</i>Juara       : Sisi – SMU 11 kelas 3A<br />
 </p>
<p>2 . Juara Lomba Foto :</p>
<ul>
<li>Juara I : Paulus Tandi Bone – (<i>Perawatan Berkala</i>)</li>
<li>Juara II              : Muh. Elvin Miradi  – (<i>Lebih Terang Lebih Baik</i>) </li>
<li>Juara  III            : Arfah Yusuf – Uji Kelayakan (<i>Listrik Untuk Kehidupan yang Lebih Baik</i>)</li>
<li>Juara Favorit Pilihan dewan Juri : Dwi Sari Alam (Ruang belajarku Terangi masa depan ku terang)</li>
</ul>
<p>3. Juara Lomba Karya Tulis:</p>
<ul>
<li>Juara I : Arina Zulfa Yunita – UNM (<i>Listrik Pasti &#8211; Mudah dari PLN</i>)</li>
<li>Juara II              : Fatmawati H.Yasin – UNM (<i>PLN Lagi Dilema, Subsidi atau Investasi</i>)</li>
<li>Juara  III            : Fajar Nurgamma – STKIP YPUP (<i>Transformasi Layanan PLN Pasti-Mudah</i>)</li>
</ul>
<p><b><span style="text-decoration: underline">LOMBA INTERNAL</span></b></p>
<ol>
<li>Juara Lomba Video Klip  :<br />
Juara    : Nurul Fitri (Area Parepare)</li>
<li>Juara Lomba Karya Tulis
<ol>
<li>Juara I : Diana (Kanwil)</li>
<li>Juara II : A. Ririn (AP2B)</li>
<li>Juara III : Nasruddin (Area Mamuju)</li>
</ol>
</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?feed=rss2&#038;p=795</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rakor Sistem Kelistrikan Sulselbar</title>
		<link>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=820</link>
		<comments>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=820#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2013 08:07:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulselrabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[rakor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=820</guid>
		<description><![CDATA[Sukses dengan beroperasinya sejumlah pembangkit baru di wilayah kerja PLN Sulselrabar membuat sistem kelistrikan Sulselrabar semakin handal. Guna memaksimalkan ketersediaan pasokan tersebut, meningkatkan kualitas dan keandalan sistem operasi kelistrikan di Sulselrabar, berlangsung rapat koordinasi operasi sistem Sulselrabar pada 22 Januari &#8230; <a href="http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=820">Selanjutnya.. <span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sukses dengan beroperasinya sejumlah pembangkit baru di wilayah kerja PLN Sulselrabar membuat sistem kelistrikan Sulselrabar semakin handal. Guna memaksimalkan ketersediaan pasokan tersebut, meningkatkan kualitas dan keandalan sistem operasi kelistrikan di Sulselrabar, berlangsung rapat koordinasi operasi sistem Sulselrabar pada 22 Januari 2013.<br />
Rapat yang dilaksanakan usai kegiatan pencoblosan pilgug dan wagub Sulsel tersebut membahas khusus mengenai kesiapan pembangkit dan sistem operasi yang ada di sistem Sulselrabar.<br />
Hadir dalam rakor tersebut Kadiv Transmisi Widodo Mulyono, GM PLN Sulselrabar Zulkifli, manajer PLN AP2B John Tonapa, bersama jajarannya.<br />
Adapun agenda yang dibahas yaitu kesiapan pembangkit tahun 2013, action plan pasca black out sistem Sulselrabar tanggal 31 oktober 2012, konfigurasi jaringan PLTU Jeneponto, koordinasi setting relay trafo dan penyulang Tello (60 MVA).<br />
Menurut Widodo bahwa salah satu kekhawatiran Diropit Vickner Sinaga mengenai sistem operasi di PLN Sulselrabar yaitu kondisi jaringan yang ada, dan dirasa masih kurang ideal. Untuk itu, mari kita bersama menyelesaikan permasalahan yang ada step by step. Salah satu contohnya beberapa mesin sewa akan ada di Makassar, agar segera mungkin direlokasi ke Kendari, mengingat kondisi sistem di Kendari masih pas-pasan. Mengenai konfigurasi di Jeneponto, untuk perbaikan kedepan. Setelah kita cek and recheck kita kesulitan untuk mengupdate sisi dari PLTU Jeneponto, sehingga perlu adanya jalan keluar dan secepatnya dibenahi.<br />
Hal lainnya yang dibahas yaitu perlu adanya supervisor GI. Hal ini karena tanggungjawabnya begitu besar. Melihat beban yang ada dengan cadangan daya mencapai 400 MW, perlu banyak konsumen besar, tetapi aturan penyambungan dengan industri besar harus jelas agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?feed=rss2&#038;p=820</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanya Jawab Seputar Pengurangan Subsidi (Kenaikan Tarif Listrik) 2013</title>
		<link>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=799</link>
		<comments>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=799#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2013 09:56:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulselrabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Tarif Listrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=799</guid>
		<description><![CDATA[Gonjang-ganjing isu pengurangan subsidi (bahasa awamnya:kenaikan tarif) Listrik adalah hal yang sangat sensitif di negeri ini. Meskipun biaya pokok produksinya tinggi, namun karena berbagai alasan termasuk politis, sehingga subsidi menjadi solusinya. Sama halnya dengan Nuklir, Unbundling, dan Privatisasi, masalah Tarif &#8230; <a href="http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=799">Selanjutnya.. <span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>Gonjang-ganjing isu pengurangan subsidi (bahasa awamnya:kenaikan tarif) Listrik adalah hal yang sangat sensitif di negeri ini. Meskipun biaya pokok produksinya tinggi, namun karena berbagai alasan termasuk politis, sehingga subsidi menjadi solusinya.</div>
<div>Sama halnya dengan Nuklir, Unbundling, dan Privatisasi, masalah Tarif listrik bukanlah domain kewenangan PLN. Tarif listrik naik ataupun tidak, subsidi dikurangi ataupun tidak, PLN akan tetap memberikan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat. Karena PLN hanya pelaksana/operator yang akan melaksanakan apapun kebijakan yang dibuat oleh regulator (pemerintah dengan persetujuan DPR).</div>
<div> </div>
<div>Ada hal-hal menarik terkait isu Kenaikan tarif Listrik yang tidak banyak diketahui masyarakat. Untuk pemahaman bersama, berikut beberapa diantaranya.</div>
<div> </div>
<div><b>1. Apakah benar Pemerintah menaikkan tarif listrik tahun 2013?</b></div>
<div>Ya, Pemerintah telah menetapkan kenaikan tarif tenaga listrik untuk PT PLN (Persero) pada 2013 melalui Permen ESDM no.30 tahun 2012.</div>
<div> </div>
<div><b>2. Sejauh mana proses penyesuaian tarif listrik hingga saat ini?</b></div>
<div>Pemerintah dan DPR menyetujui penyesuaian tarif tenaga listrik pada tahun 2013 dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:</div>
<div> subsidi listrik ditetapkan sebesar Rp 78,63 triliun,</div>
<div> tidak membebani pelanggan 450 VA dan 900 VA, dan</div>
<div> </div>
<div><b>3. Berapa besarnya subsidi listrik tahun 2013 bila tarif listrik tidak disesuaikan?</b></div>
<div>Subsidi listrik pada tahun 2013 diperkirakan dapat mencapai Rp 93,52 triliun. Sedangkan bila tarif listrik sedikit disesuaikan maka subsidi listrik menjadi Rp 78,63 triliun yang berarti akan ada pengurangan subsidi listrik sebesar Rp 14,89 triliun. Dengan demikian, untuk penyediaan tenaga listrik yang dikonsumsi konsumen, biaya sebesar Rp 14,89 triliun kini menjadi kontribusi konsumen, bukan lagi menjadi beban Pemerintah dalam bentuk subsidi listrik.</div>
<div> </div>
<div><b>4. Berapa besarnya subsidi listrik beberapa tahun terakhir ini?</b></div>
<div>Besarnya subsidi listrik tahun 2009 sd 2013 berturut-turut adalah sbb.:</div>
<div>- 2009 : Rp 53,72 triliun</div>
<div>- 2010 : Rp 58,10 triliun</div>
<div>- 2011 : Rp 93,18 triliun</div>
<div>- 2012 : Rp 64,97 triliun (APBN-P)</div>
<div>- 2013 : Rp 78,63 triliun (RAPBN) atau Rp 93,52 triliun bila tariff tidak naik.</div>
<div> </div>
<div><b>5. Mengapa besarnya subsidi listrik naik terus?</b></div>
<div>Subsidi listrik adalah selisih antara (“Biaya Pokok Penyediaan+Margin”) dengan (“Harga Jual”) dikalikan dengan Volume Penjualan.</div>
<div>Atau: Subsidi= (Biaya – Harga) x (Volume kWh Terjual)</div>
<div>Dengan demikian, naiknya subsidi listrik dapat saja karena:</div>
<div> naiknya Biaya Pokok Penyediaan (BPP), dan atau</div>
<div> meningkatnya volume penjualan.</div>
<div>Biaya Pokok Penjualan (BPP) sangat dipengaruhi oleh nilai tukar dollar Amerika terhadap Rupiah, dan harga untuk energi primer terutama harga batubara, gas, dan BBM. Sedangkan harga jual sangat dipengaruhi oleh tarif tenaga listrik yang ditetapkan Pemerintah. Sebagai gambaran, besarnya BPP dan harga jual tahun 2010 hasil audit BPK adalah:</div>
<div> BPP Rp 1.089/kWh,</div>
<div> Harga Jual Rp 693/kWh.</div>
<div>Dengan demikian, untuk setiap kWh yang dikonsumsi konsumen, Pemerintah memberikan subsidi listrik Rp (1.089 – 693)/kWh= Rp 396/kWh.</div>
<div>Perbandingan besarnya BPP dari tahun ke tahun adalah sbb.:</div>
<div>- 2010 : Rp 1.089/kWh</div>
<div>- 2012 : Rp 1.152/kWh</div>
<div>- 2013 : Rp 1.163/kWh</div>
<div>Bila dilihat dari besaran BPP per tahun, besaran BPP meningkat terus dari tahun ke tahun. Apakah berarti PLN gagal melakukan efisiensi?</div>
<div>Untuk membandingkan nilai BPP dari satu tahun dengan tahun lainnya, sebaiknya BPP dihitung dengan variabel yang sama, artinya asumsi kurs, harga energi yang sama.</div>
<div> </div>
<div> </div>
<div>Ada tiga situasi asumsi makro ekonomi, yaitu situasi tahun 2010, 2012, dan 2013. Asumsi makro yang berpengaruh terhadap biaya adalah kurs, harga ICP, harga gas, harga batubara, dan harga BBM.</div>
<div>Kalau menggunakan acuan besaran harga pada 2010, maka yang digunakan adalah grafik yang di bawahnya ada kotak merah dengan acuan harga yang sama untuk kurs (9085), ICP (79,4), dll.Kalau menggunakan acuan besaran harga pada 2012, maka yang digunakan adalah grafik yang di bawahnya ada kotak biru dengan acuan harga yang sama untuk kurs (9000), ICP (105), dll. Kalau menggunakan acuan besaran harga pada 2013, maka yang digunakan adalah grafik yang di bawahnya ada kotak hijau dengan acuan harga yang sama untuk kurs (9300), ICP (100), dll. Bila dihitung dengan variable yang sama, (lihat gambar di atas, dengan contoh besaran tahun 2012 sebagai acuan), maka besaran BPP adalah sbb.:</div>
<div> 2010 : Rp 1.209/kWh</div>
<div>- 2012 : Rp 1.152/kWh</div>
<div>- 2013 : Rp 1.128/kWh Dengan demikian, sebenarnya besaran BPP tahun 2012 dan tahun 2013 mengalami perbaikan/ penurunan relatif terhadap BPP tahun 2010.</div>
<div> </div>
<div><b>6. Mengapa besarnya subsidi listrik perlu dikurangi?</b></div>
<div>Pemerintah menilai bahwa besaran subsidi BBM dan listrik sudah sangat besar, dan perlu dikendalikan agar keuangan negara tidak tergerus untuk membiayai subsidi, apalagi kalau subsidi itu dipakai bukan keperluan yang produktif. Besaran subsidi listrik sendiri dari waktu ke waktu meningkat terus, walaupun misalnya biaya pokok penyediaan (Rp/kWh) relatif tetap.</div>
<div>Penyebabnya, karena setiap tahun ada pertumbuhan penjualan sekitar 10%, sedangkan posisi saat ini (2012), seluruh golongan tarif masih disubsidi. Bila misalnya tidak ada perubahan BPP dan perubahan tarif, maka setiap tahun akan ada tambahan subsidi sebesar 10%. Bila subsidi dapat dikurangi, maka hal itu akan menambah keleluasaan dan kemampuan Pemerintah mengalokasikan pendapatan negara kepada sektor lainnya yang lebih bermanfaat bagi masyarakat, seperti pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, lapangan terbang, perbaikan layanan kesehatan, dll.</div>
<div> </div>
<div><b>7. Siapa saja penerima subsidi listrik?</b></div>
<div>Gambaran 10 golongan tarif penerima terbesar subsidi listrik pada 2012 (un-audited) berurutan mulai penerima subsidi terbesar adalah sbb. (lihat juga grafik):</div>
<div>1. Rumah Tangga sangat kecil, daya 450 VA Rp 24,84 triliun</div>
<div>2. Industri skala besar, &gt; 200 kVA Rp 16,24 triliun</div>
<div>3. Rumah Tangga kecil, daya 900 VA Rp 15,08 triliun</div>
<div>4. Industri skala sangat besar, &gt;30 MVA Rp 5,92 triliun</div>
<div>5. Rumah Tangga kecil daya 1300 VA Rp 5,60 triliun</div>
<div>6. Rumah Tangga sedang, 2200 VA Rp 3,65 triliun</div>
<div>7. Bisnis, skala sangat besar &gt;200 kVA Rp 3,07 triliun</div>
<div>8. Bisnis, skala besar, 2200 sd 200 kVA Rp 2,60 triliun</div>
<div>9. Industri, skala menengah, 14 kVA sd 200 kVA Rp 2,38 triliun</div>
<div>10. Rumah Tangga besar, 2200 VA sd 6600 VA Rp 2,18 triliun.</div>
<div> </div>
<div> </div>
<div><b>8. Berapa besar subsidi yang diterima konsumen di setiap golongan tarifnya?</b></div>
<div>Penerima subsidi listrik terbesar adalah konsumen rumah tangga sangat kecil 450 VA, yaitu sebesar Rp 21,15 triliun (perkiraan 2013). Namun, subsidi ini bagi 22,17 juta konsumen. Sehingga setiap konsumen Rumah Tangga sangat kecil dengan <strong>daya 450 VA ini hanya rata-rata memperoleh subsidi listrik Rp 79 ribu/bulan/konsumen</strong>. Bandingkan dengan subsidi listrik yang diterima konsumen industri besar &gt; 200 kVA, yaitu sebesar Rp 12,9 triliun, yang dinikmati hanya oleh 10.486 konsumen. <strong>Berarti setiap konsumen industri besar ini rata-rata menikmati subsidi listrik Rp 103 juta/bulan/konsumen</strong>. Bila dibanding dengan subsidi listrik yang diterima konsumen industri dengan skala daya tersambung &gt;30 MVA, yaitu sebesar Rp 4,9 triliun, hanya dinikmati 74 konsumen. Berarti setiap<strong> konsumen industri sangat besar ini rata-rata menikmati subsidi listrik Rp 5,5 milyar/bulan/ konsumen</strong>. Dari gambaran ini terlihat bahwa, pengusaha industri skala sangat besar menerima bantuan Pemerintah (subsidi listrik) Rp 5,5 milyar per bulan per konsumen. Sementara konsumen rumah tangga sangat kecil hanya menerima bantuan Pemerintah melalui subsidi listrik sebesar Rp 79 ribu per bulan per konsumen.</div>
<div> </div>
<div><b>9. Apakah pemberian subsidi merupakan hal yang lajim?</b></div>
<div>Pemberian subsidi merupakan kebijakan yang lajim di berbagai negara, terutama di negara yang sedang berkembang. Tujuannya terutama adalah untuk membantu pihak yang disubsidi (dengan berbagai alasan) agar tidak terlalu terbebani oleh beban biaya bila dikenakan biaya apa adanya untuk penyediaan energi. Sebagai contoh, Afrika Selatan memberi subsidi listrik kepada konsumen tidak mampu dengan cara menggratiskan pemakaian listrik per bulan hingga 50 kWh. Pemerintah Arab Saudi memberi harga BBM bersubsidi bagi rakyatnya.</div>
<div> </div>
<div><b>10. Apa saja langkah untuk mengurangi besarnya subsidi listrik?</b></div>
<div>Subsidi listrik adalah selisih antara Biaya Pokok Penyediaan (BPP+margin) vs Pendapatan. Dengan demikian, untuk menekan besaran subsidi, dapat dicapai dengan dua cara:</div>
<div>(1) Menekan BPP, dan atau</div>
<div>(2) Menaikkan Pendapatan.</div>
<div>Menekan BPP berarti menekan biaya-biaya, seperti biaya bahan bakar, biaya pemeliharaan, biaya kepegawaian, dll. Penekanan biaya bahan bakar terutama dengan mengendalikan harga energy primer, meningkatkan efisiensi produksi, memperbaiki efisiensi penyaluran (susut energy), memperbaiki fuel mix sehingga semakin banyak menggunakan energy yang harganya relative lebih murah. Menaikkan Pendapatan, berarti menaikkan penjualan terutama penjualan listrik kepada pelanggan yang harga jualnya relative tinggi.</div>
<div> </div>
<div> </div>
<div><b>11. Untuk menekan besarnya subsidi listrik, mengapa bukan menekan besarnya biaya?</b></div>
<div>Tentu PLN dari waktu ke waktu terus berupaya menekan biaya operasional per satuan energy yang dijual ke konsumen (Rp biaya/kWh). Dan itu jugalah yang menyebabkan terjadinya penurunan biaya secara relative dari tahun ke tahun seperti tergambarkan pada penjelasan butir 6 di atas. Peningkatan biaya karena kenaikan harga bahan bakar, seperti harga minyak dunia, harga gas, harga batubara, tentu di luar kendali PLN karena PLN membeli bahan bakar dengan harga pasar.</div>
<div> </div>
<div><b>12. Apakah PLN sudah efisien dalam operasionalnya yang berdampak kepada biaya?</b></div>
<div>Dengan kondisi yang ada saat ini, PLN sebagai perusahaan listrik sudah masuk dalam jajaran perusahaan listrik yang efisien.</div>
<div>Dari kajian yang dilakukan oleh Morgan Stanley seperti pada gambar berikut ini, terlihat bahwa posisi pencapaian efisiensi produksi PLN sudah jauh lebih baik dari perusahaan listrik sejenis di dunia. Pada gambar di berikut ini, bila dilihat dari biaya Operasi &amp; Pemeliharaan USD/kWh (tanpa memasukkan harga bahan bakar), maka posisi PLN sudah lebih baik dari perusahaan listrik:</div>
<div>- Malaysia (TNB),</div>
<div>- Inggris (SSE),</div>
<div>- Prancis (EDF),</div>
<div>- Amerika (Entergy; Xcel Energy),</div>
<div>- HongKong (HKE, CLP),</div>
<div>- Itali (Enel), dan</div>
<div>- Spanyol (Endesa),</div>
<div>kecuali perusahaan listrik Korea (Kepco) yang efisiensinya lebih baik.</div>
<div> </div>
<div> </div>
<div>Selain itu, efisiensi suatu perusahaan listrik juga dapat dilihat dari besarnya susut jaringan. Pada tahun 2012, susut jaringan PLN sudah pada skala single digit, yaitu sekitar 9%. Dengan kondisi PLN sebagai perusahaan listrik yang masih mengedepankan meningkatkan rasio elektrifikasi maka besaran susut jaringan sekitar 9% relatif sudah baik. Besaran susut jaringan dapat ditekan lagi, namun memerlukan investasi yang relative besar untuk menambah trafo sisipan, menambah jaringan, memperbaiki sambungan-sambungan, dll. Investasi yang besar tersebut lebih baik sebagian digunakan untuk memperluas jaringan guna melistriki daerah-daerah yang belum memiliki akses jaringan listrik.</div>
<div> </div>
<div><b>13. Bagaimana gambaran harga jual listrik dari setiap golongan tariff saat ini?</b></div>
<div>Untuk menggambarkan posisi harga jual dari setiap golongan tariff saat ini, dapat disajikan dengan menggambarkan persentase harga jual dibanding BPP pada golongan tariff tersebut.</div>
<div>Gambaran ini akan lebih mudah menunjukkan posisi dari setiap golongan tariff walaupun tegangan pelayanannya berbeda, atau besaran BPP-nya berbeda.</div>
<div>Grafik di bawah ini menyajikan positioning dari setiap golongan tariff.</div>
<div> </div>
<div> </div>
<div>Dari gambar ini terlihat, misalnya, pelanggan R1/1300 VA saat ini masih membayar <strong>63% dari harga yang seharusnya</strong> dibayar konsumen.</div>
<div>Contoh lain, industri sangat besar I.4, membayar hanya <strong>64% dari harga yang seharusnya</strong> dibayar konsumen.</div>
<div> </div>
<div><b>14. Golongan tarif mana saja yang akan mengalami kenaikan?</b></div>
<div>Pada awalnya, seluruh golongan tariff akan dinaikkan sekitar 15% per April 2013 sehingga besaran subsidi listrik 2013 Rp 78,63 triliun. Namun, pada rapat kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII, salah satu kesimpulan rapat adalah disepakati agar penyesuaian tariff tenaga listrik 2013 tidak membebani pelanggan 450 VA dan 900 VA.</div>
<div>Bila pelanggan 450 VA dan 900 VA sama sekali tidak naik, maka bebannya akan dipikul oleh konsumen golongan tariff lain, sehingga ada golongan tariff yang mengalami kenaikan lebih.</div>
<div><b><i> Golongan Tarif 450 VA dan 900 VA tidak mengalami perubahan (harga maupun format). Dengan demikian, ada 38,851,103 pelanggan yang tidak mengalami kenaikan tarif listrik dari total 49,092,897 pelanggan.</i></b></div>
<div> </div>
<div><b>15. Berapa banyak jumlah pelanggan 450 VA dan 900 VA se Indonesia?</b></div>
<div>Posisi November 2012, jumlah pelanggan 450 VA dan 900 VA sebesar 38,851,103 pelanggan (79,14% dari total pelanggan 49,092,897), di mana:</div>
<div>- pelanggan 450 VA sebanyak 21,396,388 pelanggan, dan</div>
<div>- pelanggan 900 VA sebanyak 17,454,715 pelanggan.</div>
<div> </div>
<div><b>16. Apakah jumlah golongan tarif pada tarif listrik yang baru nanti akan berubah?</b></div>
<div>Golongan Tarif masih tetap sama: 37 Golongan Tarif.</div>
<div> </div>
<div><b>17. Apakah tariff listrik prabayar juga akan dinaikkan?</b></div>
<div>Ya, sama, juga akan mengalami penyesuaian.</div>
<div> </div>
<div><b>18. Mulai kapan kenaikan tarif listrik rencananya diberlakukan?</b></div>
<div>Kenaikan tariff listrik 2013 diberlakukan mulai pemakaian 1 Januari 2013. Kenaikannya triwulanan sepanjang tahun 2013. Artinya, ada empat kali kenaikan. Tujuan kenaikan bertahap ini adalah untuk meringankan beban konsumen atas kenaikan tarif listrik.</div>
<div> </div>
<div><b>19. Bagaimana posisi harga listrik PLN saat ini dibanding dengan harga listrik dari perusahaan listrik di Negara lain?</b></div>
<div>Gambaran harga listrik PLN saat ini masih lebih rendah bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti terlihat pada grafik berikut ini.</div>
<div>Tarif listrik beberapa Negara di Asia</div>
<div> </div>
<div> </div>
<div><b>20. Apakah kenaikan tariff listrik akan menyebabkan melemahnya daya saing industry?</b></div>
<div>LPEM Fakultas Ekonomi UI pada 2011 melakukan kajian dan menyimpulkan bahwa kenaikan tariff listrik tidak akan menyebabkan daya saing industry di Indonesia berada pada level yang mengkhawatirkan.</div>
<div>Memang, kenaikan tariff listrik akan menyebabkan kondisi industry tekstil akan semakin sulit karena saat ini saja industry tekstil berjuang keras berkompetisi dengan produk tekstil dari Negara lain. Namun, industry lainnya secara umum cukup kuat.</div>
<div> </div>
<div><b>21. Apakah kenaikan tarif listrik ini akan menaikkan inflasi?</b></div>
<div>Ya, setiap kenaikan harga produk public cenderung menaikkan inflasi. Kajian Perguruan Tinggi atas dampak kenaikan TTL ini terhadap inflasi adalah sekitar 0,3%.</div>
<div> </div>
<div><b>22. Apakah dengan adanya kenaikan tarif listrik ini, konsumen listrik prabayar yang sudah membeli voucher token sebelum kenaikan maka otomatis nilai tokennya berubah?</b></div>
<div>Tidak. Bila konsumen listrik prabayar membeli token sebelum tarif dinaikkan, maka kWh yang sudah dibeli tetap sama dengan harga lama.</div>
<div> </div>
<div><b>23. Bila demikian, konsumen listrik prabayar bisa membeli sebanyak-banyak dong sebelum kenaikan tarif listrik.</b></div>
<div>Tidak bisa, karena komputer PLN sudah mengantisipasinya sehingga konsumen prabayar hanya dapat membeli dengan jumlah sewajarnya saja dalam setiap bulannya.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?feed=rss2&#038;p=799</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kronologis Gangguan Listrik (10 detik) di DPRD Tgl 05 Jan 2013 pk.11 WITA</title>
		<link>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=792</link>
		<comments>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=792#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jan 2013 10:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulselrabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Padam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=792</guid>
		<description><![CDATA[Sehubungan terjadinya gangguan listrik (10 detik) terhadap Penyulang Teuku Umar yang memasok Gedung DPRD Tingkat I Provinsi Sulawesi Selatan Tanggal 05 Januari 2013, berikut kami sampaikan Kronologisnya. Kondisi Cuaca : Secara umum cuaca di Kota Makassar dan sekitarnya dalam kondisi &#8230; <a href="http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=792">Selanjutnya.. <span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left">Sehubungan terjadinya gangguan listrik (10 detik) terhadap Penyulang Teuku Umar yang memasok Gedung DPRD Tingkat I Provinsi Sulawesi Selatan Tanggal 05 Januari 2013, berikut kami sampaikan Kronologisnya.</p>
<p>Kondisi Cuaca :<br />
Secara umum cuaca di Kota Makassar dan sekitarnya dalam kondisi hujan deras dan angin kencang (cuaca buruk).</p>
<p>Kondisi khusus guna pengamanan acara di Gd.DPRD:<br />
1. Penyulang Teuku Umar (yang memasok Gedung DPRD) diprioritaskan dengan mendapat back-up dari penyulang Racing Center (penyulang cadangan), dan guna menghindari adanya padam under frekuensi relay diblok.<br />
2. PLN Area Makassar, telah menempatkan 2 petugas teknik pada gardu gedung DPRD, bersama dengan teknisi rumah tangga gedung DPRD sebelum acara dimulai hingga acara selesai.<br />
3. Sebelum acara dimulai genset telah dioperasikan (standby panas) .</p>
<p>Kronologis gangguan :<br />
Pukul 11.03:00 Wita Transmisi 70KV Tello-Borongloe terganggu sehingga mengakibatkan tegangan sistem turun dan sistem Gedung DPRD terjadi kedipan.<br />
Pukul 11:11:50 Wita Penyulang Teuku Umar yang mensuplai listrik ke DPRD terganggu.<br />
Pukul 11:12:00 Wita (10 detik kemudian) Genset masuk memasok Sistem Gedung DPRD (hingga acara selesai)<br />
Pukul 11:12:21 Wita (31 detik sejak terjadi gangguan) Penyulang Teuku Umar telah masuk, sehingga listrik ke masyarakat pulih kembali.</p>
<p>Penyebab Gangguan Penyulang Teuku Umar: Akibat hujan deras dan angin kencang saat cuaca ekstrim sehingga menyebabkan banyak pohon tumbang termasuk dahan yang patah mengenai jaringan di daerah Jl. Sunu jurusan Ex. Fakultas Peternakan Unhas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?feed=rss2&#038;p=792</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stuktur Manajemen</title>
		<link>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=65</link>
		<comments>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=65#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2013 09:38:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[menu bar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Jajaran Manajemen PT PLN (Persero) Wilayah Sulsel, Sultra &#38; Sulbar Zulkifli Abdullah Puteh General Manager Jumhari Nurdin Manajer Bidang Perencanaan Wayan Udayana Manajer Bidang Pembangkitan Sudirman Manajer Bidang Transmisi &#38; Distribusi Andi Lakipadadah Manajer Bidang Niaga &#38; Pelayanan Pelanggan Muh. &#8230; <a href="http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=65">Selanjutnya.. <span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jajaran Manajemen PT PLN (Persero) Wilayah Sulsel, Sultra &amp; Sulbar</strong></p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: left" align="middle"><strong>Zulkifli Abdullah Puteh</strong><br />
General Manager</p>
<p><strong>Jumhari Nurdin</strong><br />
Manajer Bidang Perencanaan</p>
<p><strong><strong>Wayan Udayana</strong><br />
</strong>Manajer Bidang Pembangkitan</p>
<p><strong><strong>Sudirman</strong><br />
</strong>Manajer Bidang Transmisi &amp; Distribusi</p>
<p><strong>Andi Lakipadadah</strong><br />
Manajer Bidang Niaga &amp; Pelayanan Pelanggan</p>
<p><strong><strong>Muh. Ahsan</strong><br />
</strong>Manajer Bidang Keuangan</p>
<p><strong>Dhiah Budi Adrinawati</strong><br />
Manajer Bidang SDM dan Umum </p>
<p><a href="http://www.pln.co.id/sulselrabar/files/2013/01/Manajemen-2012-2013.jpg"><img alt="Manajemen PLN Wil.Sulselrabar" src="http://www.pln.co.id/sulselrabar/files/2013/01/Manajemen-2012-2013.jpg" width="589" height="405" /></a></td>
<td> </td>
</tr>
<tr>
<td align="middle"> </td>
<td> </td>
</tr>
<tr>
<td align="middle"> </td>
<td> </td>
</tr>
<tr>
<td align="middle"> </td>
<td> </td>
</tr>
<tr>
<td align="middle"> </td>
<td> </td>
</tr>
<tr>
<td align="middle"> </td>
<td> </td>
</tr>
<tr>
<td align="middle"> </td>
<td> </td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: left" align="middle">
<p> </td>
<td> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?feed=rss2&#038;p=65</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Profil Unit</title>
		<link>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=62</link>
		<comments>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=62#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2013 09:37:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[menu bar]]></category>
		<category><![CDATA[profil]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Kelistrikan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat Berikut ini merupakan tahun-tahun penting dalam sejarah kelistrikan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat : 1. Tahun 1914 Dibangun pembangkit listrik yang pertama di Makassar dengan menggunakan mesin uap yang &#8230; <a href="http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=62">Selanjutnya.. <span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sejarah Kelistrikan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat</strong><br />
Berikut ini merupakan tahun-tahun penting dalam sejarah kelistrikan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat :<br />
1. Tahun 1914<br />
Dibangun pembangkit listrik yang pertama di Makassar dengan menggunakan mesin uap yang dikelola oleh suatu lembaga yang disebut Electriciteit Weizen berlokasi di Pelabuhan Makassar<br />
2. Tahun 1925<br />
Dibangun pusat listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2 MW di tepi sungai Jeneberang daerah Pandang-Pandang, Sungguminasa dan hanya mampu beroperasi hingga tahun 1957.<br />
3. Tahun 1946<br />
Dibangun Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang berlokasi di bekas lapangan sepak bola Bontoala yang dikelola N. V. Nederlands Gas Electriciteit Maatschappy (N.V. NEGEM)<br />
4. Tahun 1949<br />
Seluruh pengelolaan kelistrikan dialihkan ke N.V. Ovesseese Gas dan Electriciteit Gas dan Electriciteit Maatschappy (N.V. OGEM)<br />
5. Tahun 1957<br />
Pengusahaan ketenagalistrikan di kota Makassar dinasionalisasi oleh Pemerintah RI dan dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Makassar namun wilayah operasi terbatas hanya di kota Makassar dan daerah luar kota Makassar antara lain Majene, Bantaeng, Bulukumba, Watampone dan Palopo untuk pusat pembangkitnya ditangani oleh PLN Cabang luar kota dan pendistribusiannya oleh PT. MPS (Maskapai untuk Perusahaan-perusahaan Setempat). PLN Makassar inilah kelak merupakan cikal bakal PT. PLN (Persero) Wilayah VIII sebagaimana yang kita kenal dewasa ini.<br />
6. Tahun 1961<br />
PLN Pusat membentuk unit PLN Exploitasi VI dengan wilayah kerja meliputi Propinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara yang berkedudukan di Makassar.<br />
7. Tahun 1973<br />
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik No. 01/PRT/1973 tentang Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas Perusahaan Umum, PLN Exploitasi VI berubah menjadi PLN Exploitasi VIII.<br />
8. Tahun 1975<br />
Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik mengeluarkan Peraturan Menteri No. 013/PRT/1975 sebagai penganti Peraturan Menteri No. 01/PRT/1973 yang didalamnya disebutkan bahwa perusahaan mempunyai unsur pelaksana yaitu Proyek PLN Wilayah. Oleh karena itu, Direksi Perum Listrik Negara menetapkan SK No. 010/DIR/1976 yang mengubah sebutan PLN Exploitasi VIII menjadi PLN Wilayah VIII.<br />
9. Tahun 1994<br />
Berdasarkan PP No. 23 tahun 1994 maka status PLN Wilayah VIII berubah menjadi Persero maka juga berubah namanya menjadi PT. PLN (Persero) Wilayah VIII. Perubahan ini mengandung arti bahwa PLN semakin dituntut untuk dapat meningkatkan kinerjanya.<br />
10. Tahun 2001<br />
Sejalan dengan kebijakan restrukturisasi sektor ketenaga listrikan, PT PLN (Persero) Wilayah VIII diarahkan menjadi Strategic Business Unit/Investment Centre dan sebagai tindak lanjut , sesuai dengan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No 01. K/010/DIR/2001 tanggal 8 Januari 2001, PT PLN (Persero) Wilayah VIII berubah menjadi PT PLN (Persero) Unit Bisnis Sulawesi Selatan dan Tenggara<br />
11. Tahun 200x Wilayah Sulsel &amp; Sultra<br />
12. Tahun 2006<br />
Berubah menjadi PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat</p>
<p><strong>Kondisi Umum PT PLN (Persero) Wilayah Sulsel, Sultra &amp; Sulbar</strong><br />
PT PLN (Persero) Wilayah Sulsel, Sultra &amp; Sulbar memiliki daerah kerja yang mencakup 3 wilayah propinsi yaitu Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat. Luas kawasan 62 ribu km2 lebih.<br />
Melihat kondisi geografis dan potensi sumber daya alam yang dimiliki maka penyediaan tenaga listrik yang dapat dikembangkan sangat beragam. Berdasarkan kajian yang dilakukan, saat ini jenis pusat listrik yang dimiliki PLN Wilayah Sulsel, Sultra &amp; Sulbar melliputi PLTA (termasuk Minihidro), PLTU dan PLTG. Sementara untuk kepentingan operasional dan pelayanan PLN Wilayah Sulsel, Sultra &amp; Sulbar membawahi 9 unit Area( Makassar, Pare-pare, Watampone, Pinrang, Bulukumba, Palopo, Kendari dan Bau-bau, &amp; Mamuju), 3 unit Sektor Pembangkitan (Tello, Bakaru dan Kendari), Unit 1 unit Area Pengatur dan Penyaluran Beban (AP2B) sistem Sulselbar dan 1 unit Area Pengatur Distribusi (APD) Makassar.</p>
<p>Dalam menjalankan fungsinya, PLN Wilayah Sulsel, Sultra &amp; Sulbar bertujuan mengusahakan pembangkitan penyaluran dan pendistribusian tenaga listrik serta mendorong peningkatan kegiatan ekonomi, mengusahakan keuntungan agar dapat membiayai pengembangannya serta menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha penyediaan tenagalistrik yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi di Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat.<br />
Dengan areal kerja yang sedemikian luas serta dengan total jumlah pelanggan yang hingga saat ini mencapai +-1,7 juta pelanggan maka jelas hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi PLN. Di satu sisi PLN masih dibebani dengan misi sosial untuk mengusahakan kemakmuran bagi rakyat. Sementara di sisi lain PLN harus mengusahakan profit sebagai ciri suatu perusahaan yang sehat dan berkembang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?feed=rss2&#038;p=62</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panggilan Diklat Prajabatan (Update 03122012))</title>
		<link>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=56</link>
		<comments>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=56#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Dec 2012 07:33:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengumuman Rekrutmen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Panggilan Diklat Prajabatan PENGUMUMAN PANGGILAN DIKLAT PRAJABATAN PERJANJIAN SLTA GEL. II 2012 SURAT PERNYATAAN PENGIKATAN DIRI SEBAGAI PENJAMIN &#160;]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center">Panggilan Diklat Prajabatan</p>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.pln.co.id/sulselrabar/files/2012/11/PENGUMUMAN-PANGGILAN-DIKLAT-PRAJABATAN.pdf">PENGUMUMAN PANGGILAN DIKLAT PRAJABATAN</a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.pln.co.id/sulselrabar/files/2012/11/PERJANJIAN-SLTA-GEL.-II-2012.pdf">PERJANJIAN SLTA GEL. II 2012</a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.pln.co.id/sulselrabar/files/2012/11/SURAT-PERNYATAAN-PENGIKATAN-DIRI-SEBAGAI-PENJAMIN.pdf">SURAT PERNYATAAN PENGIKATAN DIRI SEBAGAI PENJAMIN</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?feed=rss2&#038;p=56</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grand Launching AP2T</title>
		<link>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=804</link>
		<comments>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=804#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2012 16:54:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulselrabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=804</guid>
		<description><![CDATA[Kamis pagi tanggal 01 November 2012 di PLN rayon Makassar Utara Jln.A.Yani 27-29 Makassar berlangsung acara GRAND LAUNCHING Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T) PLN Indonesia Timur. Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sulsel, Direktur Operasi Indonesia Timur, GM PLN Sulselrabar, NTB, &#8230; <a href="http://www.pln.co.id/sulselrabar/?p=804">Selanjutnya.. <span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis pagi tanggal 01 November 2012 di PLN rayon Makassar Utara Jln.A.Yani 27-29 Makassar berlangsung acara GRAND LAUNCHING Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T) PLN Indonesia Timur.<br />
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sulsel, Direktur Operasi Indonesia Timur, GM PLN Sulselrabar, NTB, Mamulu &amp; Maluku Utara, Papua, Pejabat-pejabat Bank &amp; Pos , serta Pejabat-pejabat Pemda Sulselrabar, Maluku, Papua &amp; NTB.<br />
Dengan AP2T yang terintegrasi dengan perbankan dan pos, pelanggan dapat melakukan berbagai transaksi PLN tagihan listrik dan non-taglis dimana saja kapan saja se-Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pln.co.id/sulselrabar/?feed=rss2&#038;p=804</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
