DI Bertandang di PLN Cabang Bukittinggi

Judi Winardi saat menyampaikan sistem dua layer di PLN Sumbar

Direktur Utama PT PLN (Persero), Dahlan Iskan, pada Selasa 06 September 2011 bertandang ke PLN Cabang Bukittinggi. Kedatangan beliau menjadi lebih unik karena mobil yang membawanya dikemudikan oleh Direktur Perencanaan PT PLN (Persero), Nasri Sebayang. Rombongan yang juga disertai oleh DIROP Indonesia Barat, Direktur Keuangan, Sekretaris Perusahaan, Manajemen PLN Sumbar, Manajemen PLN P3BS dan Manajemen PLTU Teluk Sirih disambut oleh karyawan/wati PLN Bukittinggi yang memang sudah menunggu-nunggu sebelumnya.

Setibanya di ruang pertemuan dengan pegawai, DI tanpa membuang waktu langsung meraih piring dan mengambil tempat di dekat layar. Beliau menikmati makan siangnya sembari mendengarkan presentasi dari Manajer UIP Teluk Sirih, Arif Amiruddin. Dalam kesempatan itu Arif menyampaikan kendala dalam pembangunan Teluk Sirih, yaitu masalah tersendatnya pendistribusian semen dan para pekerja yang terserang penyakit malaria. Mendengar uraian itu DI berpesan agar komitmen tetap harus dijaga sehingga dengan keinginan yang kuat komitmen itu dapat dicapai.

Lepas dari pembangunan PLTU Teluk Sirih, dengan raut wajah senang DI memuji keberhasilan Sumbar dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik selama musim kemarau. “Ini semua berkat pertolongan Tuhan”, ujarnya dalam mengomentari debit air Danau Singkarak yang semakin naik saat menjelang lebaran.

Dalam kesempatan tersebut, DI membantah ada gelontoran dana sebesar Rp 200 triliun dari pemerintah. “Yang ada PLN melakukan penghematan selain juga menunda dua proyek yang akan dibangun di Jawa karena dianggap belum menjadi prioritas untuk saat ini”, ujarnya yang dilanjutkan dengan menyampaikan bahwa untuk menjalankan suatu proyek itu tidak gampang dimana sebelumnya harus dinilai dulu benar atau tidak, selanjutnya daerahnya sudah tepat atau belum, kemudian waktunya apakah harus saat ini atau sebenarnya masih bisa dalam waktu ke depan. Beliau berharap suatu saat Sumatera harus lebih baik dari Jawa melihat penduduknya yang sangat banyak untuk bergerak maju dan letak geografisnya yang dekat dengan negara tetangga. Pertemuan saat itu menjadi semakin hangat ketika ada yang mempertanyakan isu bahwa PLN akan dijual. dengan gamblang DI menjawab, “PLN rugi, tidak mungkin ada yang mau membeli perusahaan yang rugi”. Beliau menghimbau agar jangan termakan isu tersebut. Daripada memikirkan hal-hal yang mengganggu konsentrasi kerja, lebih baik pegawai bekerja lebih keras dan lebih pintar sehingga berpeluang mendapatkan penghasilan yang lebih besar.

Ketika salah seorang staf PLN Bukittinggi mempertanyakan upaya untuk mengembangkan PLN di Sumbar, DI menjawab ada dua unsur yang harus diperhatikan, yaitu infrastruktur dan birokratisasi. Terkait birokratisasi, GM PLN Sumbar, Judi Winardi, menyampaikan bahwa Sumbar akan menerapkan sistem dua layer dalam struktur organisasinya sehingga prosedur birokrasi tidak lagi berbelit-belit demi pelayanan yang lebih efektif dan efisien kepada pelanggan. DI berpesan agar PLN harus menjadi contoh untuk instansi lain sehingga jangan sampai berurusan dengan PLN sama ruwetnya dengan instansi lain.

Pertemuan itu mungkin tidak akan selesai kalau tidak diingatkan bahwa DI masih harus meneruskan perjalanannya. Sebelum berangkat, beliau mengajak pegawai untuk foto bersama terlebih dahulu. Demikianlah, pertemuan yang ‘mengorbankan’ beberapa microphone pada sesi diskusi itu berakhir.