PLN Berencana Menaikkan Harga Jual Listrik

Metrotvnews.com, Jakarta: PT PLN Persero berencana menaikkan harga jual rata-rata listrik tahun ini. Rencana tersebut tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2012 (RKAP) sekitar 5,53 persen menjadi Rp782 per Kilo Watt hour (KWh).

“Kenaikan harga jual rata-rata dibandingkan periode 2011 sebesar Rp741 KWh ini guna menyelaraskan dengan subsidi yang diberikan pemerintah,” kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji saat ditemui di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (2/4) malam.

Ia menambahkan PLN ditetapkan menerima anggaran subsidi sebesar Rp64,97 triliun dari yang diajukan sebesar Rp90,9 triliun. Selama ini, subsidi yang diberikan pemerintah lebih untuk menutupi kekurangan biaya operasi akibat harga jual yang masih di bawah biaya pokok produksi (BPP).

Dalam RKAP 2012, produksi tenaga listrik PLN sekitar 197,21 TWh atau meningkat 7,56 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp183,4 TWh. Sementara penjualan tenaga listrik diperkirakan turut meningkat 9,55 persen menjadi 172,1 TWh dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 157,9 TWh.

Sepanjang tahun ini, kata Nur Pamudji, PLN menargetkan jumlah pelanggan sebanyak 48,4 juta dengan jumlah daya tersambung sekitar 84.000 MVA. Bila menggunakan asumsi kebutuhan subsidi listrik tahun 2012, untuk BPP tenaga listrik dalam APBN adalah Rp974 per kWh, RAPBN-P sebesar Rp1.197 per kWh, dan hasil raker disepakati Rp1.037 per kWh.

Pertumbuhan penjualan listrik disepakati dalam rapat 2012 sekitar 9 persen. Penjualan listrik dalam APBN 2012 sekitar 173,77 TWh, RAPBN-P 2012 sebesar 170,30 TWh, dan hasil rapat disepakati 170,30 TWh. Untuk nilai tukar dalam hasil raker itu disepakati Rp9.000 per dolar AS, sedangkan harga minyak dunia (ICP) adalah 105 dolar AS per barel.
Dengan menggunakan asumsi kebutuhan listrik 2012, maka marjin usaha PLN sekitar 7 persen. Tarif dasar listrik akhir Desember 2012 yang tertuang dalam APBN adalah Rp796 per kWh, RAPBN-P 2012 sekitar Rp795 per kWh, dan hasil raker Rp728 per kWh.
Sedangkan tarif tenaga listrik rata-rata tahun 2012 dalam APBN adalah Rp780 per kWh, RAPBN-P 2012 sekitar Rp755 per kWh dan hasil raker Rp728 per kWh. “Artinya, pendapatan penjualan listrik dengan asumsi kebutuhan subsidi listrik mencapai Rp135,56 triliun dalam APBN, RAPBN-P 2012 sebesar Rp128,57 triliun dan hasil raker Rp123,98 triliun,” ujar Nur Pamudji