KUPANG, KOMPAS.com — Manager Area PT PLN Kupang, NTT, khusus urusan distribusi dan pelayanan pelanggan, Putu Priyatna, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan listrik PLN yang terjadi di lingkungan perkantoran Kabupaten Kupang di Oelamasi dan sekitarnya, sejak sekitar dua bulan lalu.
“Saya atas nama lembaga harus menyampaikan permohonan maaf terkait gangguan listrik tersebut, langsung kepada Bapak Bupati Kupang. Saya sedang berupaya menemui beliau,” tutur Putu Priyatna, Senin (7/5/2012).
Putu Priyatna, yang sebelumnya merupakan Manager PLN Unit Pelayanan Kota Kupang, berjanji segera mengecek sumber kendala yang mengakibatkan listrik PLN di kawasan itu mengalami gangguan secara terus-menerus sejak dua bulan lalu.
“Kami akan segera membenahinya hingga pelayanan listrik PLN di kawasan itu kembali normal. Kebetulan pelayanan listrik untuk wilayah Kabupaten Kupang sebelumnya merupakan tanggung jawab unit pelayanan Soe,” katanya.
Hingga akhir April lalu, ada tiga unit pelayanan listrik (khusus urusan distribusi dan pelayanan pelanggan) untuk delapan kabupaten di NTT. Ketiga unit dimaksud masing-masing Unit Pelayanan Kota Kupang meliputi wilayah Kota Kupang, Kabupaten Rote Ndao, Alor, dan Sabu Raijua.
Dua lainnya adalah Unit Pelayanan Soe untuk wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Kupang. Terakhir, Unit Pelayanan Atambua untuk Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara. Ketiga unit itu sudah dilebur, dan semuanya kini di bawah koordinasi PLN NTT Area Kupang, yang dipimpin Putu Priyatna sejak 1 Mei lalu.
Bupati Kupang Ayub Titu Eki sebelumnya menyampaikan kekecewaan atas gangguan listrik di kawasan perkantoran di Oelamasi. Ia mengatakan, gangguan itu berkali-kali disampaikan ke PLN setempat, tetapi hingga Senin pagi belum juga ditanggapi. Akibatnya, aktivitas dan tugas pemerintahan di Kabupaten Kupang (NTT) terganggu atau berjalan tidak normal selama lebih dari dua bulan.
Khusus di kompleks perkantorannya di Oelamasi (ibu kota Kabupaten Kupang) dan sekitarnya, aktivitas pun menjadi sangat terganggu. Di kawasan itu, setidaknya 10 kali aliran listrik mati-hidup dalam sehari.
Diperoleh keterangan bahwa gangguan listrik yang terjadi di kompleks perkantoran di Oelamasi dan sekitarnya bersumber dari gangguan pada jaringan serta kerusakan mesin pembangkit listrik di Kupang.



